[Belajar Bahasa] Penggunaan Imbuhan ter-


pen-631332_640

Selamat datang.

Di sini, sekarang admin mau berbagi tentang bahasa dan menulis. Judul yang admin bawa sekarang adalah “Penggunaan Imbuhan ter-“. Admin kepikiran membagikan ilmu ini setelah membaca postingan fanpage milik Stepa Pustaka. Aktivitas copy paste memang dilarang sih dalam dunia maya, tapi kalau kita hanya berbagi/share dengan menyertakan nama sumber, menurut admin itu boleh-boleh saja. Jadi maafkan kalau postingan kali ini hanya dirombak sedikit, cuma disesuaikan sama pemahaman admin saja ^^

Oke langsung saja.

Salah satunya adalah kata /termenarik/. Kata /termenarik/ berasal dari kata /tarik/ yang diberi imbuhan /me-/. Bentuk kata yang sekelas dengan /menarik/ adalah /memikat/, /mencekam/, dan /memukau/. Semuanya termasuk dalam bentuk kaya adjektiva deverbal, yakni kata verba yang tanpa perubahan bentuk dapat berfungsi sebaga adjektiva.

Imbuhan /ter-/ merupakan bentuk superlatif yang menunjukan tingkat perbandingan yang teratas (bentuk kata yang menyatakan paling). Apabilla dirangkai menjadi kata /termenarik/ maka kata yang sekelas dengan /menarik/ pun juga bisa dikaitkan dengan /ter-/ seperti /termemikat/, /termencekam/, dan /termemukau/. Nah ini yang salah. Seharusnya imbuhan /ter-/ melekat pada adjektiva yang merupakan kata dasar bukan adjektiva deverba. Frasa yang benar adalah /paling menarik/, /paling memukau/, dan /paling mencekam/.

Kata adjektiva yang lazim bersanding dengan imbuhan /ter-/ adalah kaya, miskin, catik, dan sebagainya. Apabila diigabung menjadi /terkaya/, /termiskin/, dan /tercantik/. Imbuhan /ter-/ juga tidak bisa digabung dengan kata keterangan seperti /kini/, /sekarang/, dan /besok/. Sering sekali kita menemukan kata /terkini/ padahal ini adalah sebuah kesalahan yang dibiasakan. Jika /terkini/ adalah kata yang benar maka /terbesok/ dan /tersekarang/ juga bisa dibenarkan. Kata /terkini/ dapat diganti menjadi /terbaru/.

 

Dalam menulis, biasanya kita ‘lebih sering’ tidak mengindahkan EYD. Menulis tidak sekadar menulis fiksi, tapi juga menulis berita, diary, jurnal, maupun status sosial media. Padahal kita tahu benar, Bahasa Indonesia memiliki aturan EYD sendiri. Tapi karena kita merasa bahwa menulis itu hanya untuk diri kita sendiri, kebebasan berkarya pribadi, kita jadi jarang atau bahkan tidak pernah memikirkan soal EYD.

Nah, dari judul yang admin angkat sekarang, kita pasti tidak asing dengan imbuhan /ter-/ bukan? Entah itu tercantik, terkaya, termiskin, terindah dan ter- ter- lainnya. Apa sih imbuhan /ter-/ itu? Imbuhan /ter-/ merupakan bentuk superlatif yang menunjukan tingkat perbandingan yang teratas (bentuk kata yang menyatakan paling). Jadi kalau tercantik, artinya adalah paling cantik. Termanis, paling manis. Semua kata adjektiva bisa kita gabung dengan imbuhan /ter-/.

Akan tetapi, imbuhan /ter-/ tidak diperbolehkan digabung dengan kata adjektiva deverba. Seperti termenarik, termemukau, termemikat. Karena imbuhan /ter-/ hanya melekat pada adjektiva dasar, artinya adjektiva itu tidak memiliki imbuhan lain seperti /me-/. Inilah yang sering sekali menjadi kesalahan dalam menulis. Jika memang ingin menggunakan kata menarik, gunakan saja frasa paling menarik, jangan gunakan imbuhan /ter-/.

Selain itu, imbuhan /ter-/ juga tidak bisa digabung dengan kata keterangan waktu. Yang paling sering dipakai adalah terkini. Kini, termasuk kata keterangan waktu. Kita akan sering menemukan kata itu saat membaca koran, atau dari mendengarkan berita di televisi. Karena seringnya digunakan oleh media massa, kita jadi berpikiran bahwa menggabungkan kata kini dengan imbuhan /ter-/ adalah hal yang lumrah. Padahal itu merupakan kesalahan yang dibiasakan. Akan lebih baik kalau terkini, diganti dengan terbaru. Contoh, Jawa Pos adalah koran lokal Jawa Timur yang selalu menyediakan berita-berita terbaru.

Sekian penjelasan admin tentang “Penggunaan Imbuhan ter-“. Sebagai catatan kaki saja, mengingat kita adalah warga negara Indonesia sudah sepatutnya kita mengerti dan memahami bahasa kita sendiri. Perlihatkan pada dunia kalau bahasa kita adalah bahasa yang juga tak kalah hebat dengan bahasa lain. Siapa lagi yang akan melestarikan Bahasa Indonesia kalau bukan kita sendiri?

cr : Stepa Pustaka Fanpage

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s