Nightmare


Author : ohnajla

Genre : Romance, songfic, fantasy

Rating : G

Length : drabble

Cast : Taekwoon a.k Leo (Vixx)

Song Recommended : Vixx – Eternity

Tik tik tik..

Kriiiiing!!!

Silau.

Segera ia gunakan tangannya untuk melindungi mata. Sekaligus mengumpulkan kesadaran bahwa ini sudah tidak petang lagi.

“Ngh..”

Pluk!

Sebuah tangan yang bukan miliknya jatuh lunglai ke atas perutnya. Tangan yang lebih mungil, lebih putih dan lebih halus dari miliknya.

Ini..

Bibirnya langsung mengulum senyum. Kerinduan yang selama ini terpendam di dada kini membuncah lagi.

Tirai tertiup oleh angin, berkibar, membiarkan cahaya merangsek masuk. Wajah yang ia rindukan selama ini tersapu oleh cahaya itu, netranya yang terpejam bergerak-gerak tak nyaman.

Ia memindahkan tangannya wajah itu, melindungi mata agar tidur lelapnya tidak terusik.

Namun terlambat, dia sudah bangun.

Mata sebening air mengerjap-ngerjap ke arahnya. Dahi mengerut, melirik tangan yang masih melindungi wajah. Namun tak lama kemudian tersenyum.

“Pagi.”

“Pagi.”

Mereka pun saling terdiam, menatap satu sama lain.

“Benarkah ini dirimu?”

“Menurutmu?” Mata bening itu mengerjap lagi.

Taekwoon hanya tersenyum. “Tentu saja, ini dirimu.”

**

Aku sungguh tidak percaya bahwa dia benar-benar terbangun di sisiku. Ini seperti sebuah keajaiban. Kerinduanku selama ini terjawab sudah.

“Mau sampai kapan kau memandangiku seperti itu? Cepatlah, punggungku mulai pegal.”

Kubalas omelannya dengan senyuman. Bahkan cara mengomelnya pun sangat kurindukan.

Kugenggam erat pensil yang terselip di antara jariku. Perlahan namun pasti kugoreskan ujung pensil itu ke atas kanvas, bergerak dengan arah yang sama dan berulang-ulang. Hingga terciptalah arsiran bernilai artistik yang membentuk rambutnya yang indah.

Sekali lagi kualihkan pandangan padanya. Ia masih menatapku, tanpa sedikit pun merubah cara duduknya.

“Tinggal sedikit lagi. Bersabarlah.”

**

Tik tik tik

Kriiing!!

Silau.

Segera ia gunakan tangannya untuk melindungi mata. Sekalian mengumpulkan kesadaran bahwa ini sudah tidak petang lagi.

Tik tik tik

Hampa. Dingin. Seorang diri.

Tak ada lagi yang terbangun di sisinya.

Kanvas yang berada dekat dari tempat tidurnya pun nampak putih bersih.

Semuanya hilang. Tak bersisa.

Ini hanyalah mimpi.

Hanya sekian detik, mata itu kembali terpejam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s