Perfect One Pt.16


Author: ohnajla

Genre: romance, school life, friendship, general

Rating: T & G

Length: ???

Cast: Kim Joon Myeon a.k.a Suho EXO, Zhang Yi Xing a.k.a Lay EXO, Kwon Youngra OC, EXO

.

Teaser || Pt.1 || Pt.2 || Pt.3

Pt.4 || Pt.5 || Pt.6 || Pt.7

Pt.8  || Pt.9 || Pt.10 || Pt.11

Pt.12 || Pt.13|| Pt.14

Pt.15

“Apa aku keterlaluan? Ah.. kenapa harus menangis?”

Saat sadar dirinya menangis, Youngra buru-buru melepas kacamatanya untuk menyeka air mata. Dia terkejut saat tiba-tiba ada yang merebut kacamatanya. Dia tidak sempat terpikirkan Suho dan itulah sebab kenapa dia menjadi panic sekarang.

“Ah.. kacamataku? Jebal.. kembalikan kacamataku..”

Kacamata itu terselip di tangan kanan Suho. Suho sendiri sedang melihat apa yang dilakukan Youngra sekarang –meraba-raba sekitar untuk menemukan siapa orang yang mengambil kacamatanya. Belum ada niatan untuk mengembalikan kacamata itu. Dia masih asyik memandang Youngra dengan ekspresi kasihan bercampur menyesal.

“Apakah teman-temanmu di Hongkong pernah melakukan ini padamu? kau benar-benar terlihat menyedihkan tanpa kacamata. Apa kau pikir aku tidak cemas memikirkan semua kemungkinan itu? kenapa kau melarangku untuk mencemaskanmu?”

Kedua tangan Youngra berhenti saat menyentuh wajah Suho. Sepertinya dia sedang menerka-nerka siapa yang ada di dekatnya itu. lagi-lagi belum terpikirkan kalau itu Suho.

“Kau terlihat menyedihkan.”

Lidah Youngra mendadak kelu mendengar suara Suho yang sangat dihafalnya. Dia akan menurunkan tangannya tapi sudah keburu ditahan oleh Suho.

“Bisa apa kau tanpa kacamata, huh? Kau pikir aku bisa tenang memikirkan itu?”

Youngra masih terdiam, lebih tepatnya dia takut menjawab.

“Kau itu lemah tanpa seseorang di sampingmu. Kau harus dijaga oleh seseorang yang bisa menjauhkanmu dari segala yang mencelakaimu. Bayangkan kalau teman-temanmu di Hongkong itu tiba-tiba merebut kacamatamu. Apa yang akan kau lakukan? Memohon seperti tadi? Kau pikir mereka akan mengembalikannya dengan senang hati?”

Youngra mati-matian menahan air matanya tapi gagal. Dia menunduk agar air matanya tidak dilihat oleh Suho.

“Karena kita sudah jarang bertemu, wajar bukan kalau aku mencemaskanmu? Aku hanya bisa melakukan itu, karena tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain itu.”

Bahu Youngra naik turun dengan isakan yang terdengar lirih. Suho menghela napas. Dia menarik tangan yang sedang ada di genggamannya itu lalu memeluk tubuh Youngra dengan erat.

“Mianhae. Uljima-yo.”

“Aniyo… aku yang harusnya minta maaf.”

Suho menyudahi pelukan itu lalu mencium dahi serta kedua mata Youngra sebelum memasangkan kembali kacamata tersebut ke tempatnya.

“Tidak peduli siapa yang minta maaf, asalkan kau berhenti menangis. Uljima-yo, eum?”

Youngra mengangguk pelan. Dia membiarkan Suho menyeka seluruh air mata yang membasahi pipinya.

“Oh? Hyung.. kau apakan noona ini?” Sehun muncul bersama yang lain. Begitu melihat Youngra yang berurai air mata, Sehun tidak bisa menahan diri untuk berlari mendekati mereka berdua.

“Aku baru saja mengacuhkannya, aku yang salah,” balas Suho dengan suara lembut tapi tatapannya masih tertuju pada Youngra.

“Kenapa hyung mengacuhkan noona?” lagi-lagi Sehun bertanya. Dia memandang Youngra dan Suho secara bergantian.

“Karena aku mencintainya,” balas Suho sebelum mendaratkan kecupan hangat berdurasi 20 detik di dahi Youngra. Dia berhasil membuat Sehun dan yang lainnya membelalak.

Lay yang melihatnya diam-diam tersenyum tipis.

“Akhirnya kalian berbaikan juga. Young, apa yang kubilang benar kan? Suho tidak akan lama mengacuhkanmu karena dia mencintaimu. Tapi Young… kenapa tiba-tiba aku iri melihat kalian?”

**

Youngra langsung menyukai Sehun di hari pertama mereka bertemu. Di sela-sela berjalan berdua dengan Suho, dia menawari Sehun berbagai makanan ringan seperti lollipop, es krim, bubble tea dan cokelat. Mereka masih berkutat di Lotte World hingga pukul 12 siang.

Suho tidak merasa kesal sedikit pun saat Youngra menawari Sehun ini itu. Toh dia sendiri tahu kalau Sehun adalah anak yang paling muda dan masih butuh banyak perhatian. Dia bahkan tidak segan untuk menggandeng lengan Sehun kalau anak itu berjalan sendirian.

Sebelum pergi ke tempat selanjutnya, mereka memutuskan singgah ke sebuah restoran untuk makan siang. Kali ini Kris yang menraktir mereka.

Suho, Sehun dan Youngra duduk mengelilingi satu meja yang sama. Youngra nampak asyik mengelus rambut Sehun yang sedang duduk tenang menikmati bubble tea. Sementara Suho diam-diam memperhatikan mereka sambil tersenyum.

“Aigoo Sehun-ah… kau benar-benar manis,” gumam Youngra sembari mengusap ujung bibir Sehun yang belepotan.

Netra Sehun bergerak pelan untuk memperhatikan Youngra. Ekspresinya yang begitu polos justru membuat Youngra makin gemas.

“Aduh noona~” Sehun mengernyit kesakitan saat Youngra mencubit pipinya. Youngra sendiri malah tertawa karena ekspresi kesal Sehun benar-benar lucu.

“Dia adikku Young,” ucap Suho tiba-tiba yang membuat Sehun langsung menoleh dengan mata melebar.

“Ne, kalian memang mirip. Pergilah ke kantor sensus dan tuliskan namanya di kartu keluargamu,” balas Youngra tanpa sedikitpun menoleh pada Suho. Dia sedang asyik memandangi Sehun yang menurutnya sangat-sangat menggemaskan.

Suho mengusap-usap rambut Sehun dan mengecup dahinya. “Begini saja sudah menunjukkan kalau dia adikku.”

Youngra tersenyum geli melihat Sehun yang memejam saat Suho menciumnya. Demi apapun dia suka sekali melihat tingkah Sehun yang kelewat polos seperti ini. Yah.. walaupun di hatinya tetap ada Kim Joonmyeon seorang.

Tidak lama menunggu pesanan akhirnya datang. Mereka sama-sama memesan jjampong. Sehun meletakkan bubble tea nya yang masih tersisa sedikit ke atas meja untuk menyantap makanannya dulu. Dia nampak lahap sekali memakan itu padahal ini pertama kalinya dia mencoba.

“Woah.. Sehun.. kau ternyata bisa makan makanan itu juga,” celetuk Baekhyun yang duduk tidak jauh dari meja Sehun. Dia duduk satu meja dengan Chanyeol.

“Memang dia tidak pernah makan jjampong?” tanya Chanyeol di sela-sela mengunyah makanannya.

“Aniyo. Dia selalu makan di rumahku dan eomma tidak pernah memasak makanan seperti itu,” balas Kai yang duduk satu meja dengan Kris.

“Kenapa harus makan di rumahmu?” Kris bertanya setelah menelan makanannya.

“Tidur di rumahku, makan di rumah Kai. Dia tidak mau tinggal di rumahnya sendiri kalau orang tuanya tidak di rumah,” jawab Baekhyun.

Youngra yang mendengar obrolan itu langsung menatap Sehun dengan iba. Lagi-lagi dia mengusap rambut Sehun dan tersenyum saat Sehun meliriknya.

“Sehun-ah.. kalau kau mau, kau bisa datang ke rumah noona. Datanglah bersama Joonmyeon. Eomma appa noona pasti akan menerimamu dengan baik. Kuberitahu satu rahasia, mereka itu sebenarnya ingin punya anak laki-laki lucu sepertimu. Kalau kau datang ke sana, orang tua noona pasti senang. Ne?”

“Eum,” balas Sehun sambil mengangguk. Youngra mengacak rambut Sehun dengan gemas sebelum tertawa.

Sejak tadi Suho terus memerhatikan Youngra. Menurutnya gadis itu jauh lebih ceria setelah melihat Sehun. Dalam artian, Sehun adalah mood maker gadisnya. Baru beberapa jam lalu Youngra terlihat sedih dan menangis, tapi sekarang ekspresi wajahnya seperti mengatakan kalau tidak terjadi apapun. Gadis itu lebih banyak tersenyum dan aura positif yang terpancar itu menular pada Suho. Demi apapun, Suho merasa menyesal telah membuat Youngra menangis tadi.

“Joonmyeon-ah.. yaa.. apa kau akan terus menggigit sumpitmu?” seruan dan sentuhan Youngra di tangannya membuat lamunan Suho buyar. Dia baru menyadari tingkahnya yang sejak tadi hanya menggigit sumpit. Tangan Youngra dengan mengomando tangannya untuk turun.

“Kau memikirkan apa?” tanya gadis itu lagi.

Suho menggeleng cepat. “Nothing,” dia kembali memakan makanannya.

Youngra tersenyum. “Cepat habiskan makananmu. Baekhyun bilang kita akan pergi ke Namsan.”

Suho hanya mengangguk. Entahlah, dia masih merasa gugup di dekat Youngra. Mungkinkah ini yang disebut cinta?

**

Mereka telah mengunjungi Namsan, sekarang waktu sudah menunjuk ke angka 4 sore. Mereka memilih menghabiskan waktu di sore yang cerah ini dengan jalan-jalan menyusuri jalanan Hongdae.

“Joonmyeon-ah.. lihat ke atas, langitnya indah ya?”

Suho menoleh ke sebelahnya dulu, lalu mengikuti arah pandang Youngra ke langit. Dia mendapati langit sore yang berwarna keemasan dengan segumpal awan yang membentuk benteng raksasa.

“Ne, indah sekali.”

Pandangan Youngra kini beralih pada Suho. “Yang di sini juga sama indahnya.”

Suho pun ikut menoleh pada Youngra. “Ne?”

Youngra hanya tersenyum misterius.

Tiba-tiba, terdengar sebuah nyanyian indah yang tak jauh dari mereka. Suara itu berasal dari kerumunan orang-orang di dekat dinding lukis. Dengan reflek, Youngra menarik Suho untuk pergi ke sana.

Yeah yeah yeah yeah

Play another slow jam

This is my property

Tell me what is love

Nareul saranghaji anheun neoreul ijeun-chae (Kau, sosok yang tak pernah mencintaiku)

Hago sipeottdeon modeun-geol hago sarado(Semua yang kuinginkan hanyalah tuk hidup di sampingmu)

Moeritseog-e neon jeoldae jiwojijiga anha dodaeche (tak pernah sedikitpun kuhapus dirimu dari pikiranku)

Wae neon nal jakku mireonaeyaman haettna?(Mengapa kau terus saja mengesampingkanku?)

Geureolsurok dagaseon naega igijeogin maeumi-eottna? (apa karena keegoisan hatiku yang semakin bertambah?)

Ireon saeng-gakdeur-ro domangchijimot-hae (tak ada jalan bagiku untuk keluar dari pemikiran-pemikiran ini)

Iddange jeongmal sarangin-ge majeulkka?(apa inikah yang mereka sebut cinta?)

 He-eojil junbiga andwaesseo (aku belum siap mengakhiri ini)

Wait a minute (tunggulah sebentar)

Gidarimeun neomi gireunde (jalan yang kita tapak dalam penantian)

Has no limit (tak memiliki batas)

Daedap eobtneun neol jakku bul-leodo me-ariman dorawa (meski panggilanku padamu hanya menggema begitu saja, tolong kembalilah padaku)

Oh oh oh oh

Neoreul ilhgodo saraganeun naega neomu shiljiman (aku ingin berpindah-pindah dan menikmati kehidupanku)

Eonjen ganeun irago baraenda (karena cepat ataupun lambat, aku akan memudar)

Tell me what is love

Tell me what is love

Oh oh

~ EXO – Tell Me What is Love~

Semua yang mengerumuninya bertepuk tangan, termasuk salah satunya Youngra dan Suho. Youngra bahkan hampir menitikkan air mata mendengar suara serta arti dari lagu itu. Dia tidak menyangka, seorang anak laki-laki seusia Kai itu menyanyikan lagu seindah ini. Youngra maupun Suho atau mungkin semua orang sepertinya belum pernah mendengar lagu ini sebelumnya. Youngra beranggapan bahwa anak laki-laki itulah yang membuat lagu ini.

Mereka merogoh kocek untuk memberikan uang pada anak itu. Kebanyakan mengeluarkan uang kertas, begitu juga dengan Youngra dan Suho. Namun setelah kerumunan itu akan bubar, seorang remaja laki-laki berpakaian serupa dancer tiba-tiba menarik kerah anak laki-laki yang menyanyi tadi. Teman-teman dari remaja laki-laki itu mengusir semua orang yang ada di sana untuk pergi, termasuk Suho yang lekas menjauhkan Youngra dari mereka.

“Apa-apaan kau ini!” bentak remaja lelaki itu pada si anak laki-laki bermata bulat.

“A-a-aku sedang mencari uang..”

“Ini wilayah kami! Tidak boleh ada siapapun termasuk kau yang mencari uang di sini! Paham!”

“Ta-tapi..”

“Tapi apa, uh? Yaa Yongbuk, ambil semua uangnya.”

“A-andwae.. jebal-yo..” si anak laki-laki itu berusaha menahan anak dancer bernama Yongbuk tapi yang dia dapat malah pukulan. Namun, dia tetap belum menyerah untuk mempertahankan hasil jerih payahnya.

“Tolong jangan..”

BUG!

“Yaa, kau bisa diam tidak, uh?”

“Ta-tapi itu uang..”

“Uangmu? Kau pikir kau mencari uang di tempat siapa?”

“Aku harus membayar biaya operasi ibuku, tolong jangan lakukan..”

“Oh begitu? Jadi aku harus memberikan semua uang ini secara sukarela? Huh.. dalam mimpimu, pendek. Memang apa urusanku dengan operasi ibumu? Biarkan saja dia sekarat, kau juga akan kubuat sekarat.”

Detik saat para dancer itu memukuli si anak lelaki itu, Suho langsung menerjang mereka dan menyerang anak dancer itu satu persatu. Tidak peduli berapa jumlahnya, toh anak-anak itu tidak lebih tinggi darinya dan tidak punya skill sama sekali dalam bidang bela diri. Dia bisa membekukkan mereka sendirian hanya dalam tiga menit.

“Suho hyung!” Baekhyun dan lainnya tiba-tiba datang dan langsung berlari ke tempat Suho berada. Para anak dancer langsung pergi saat melihat jumlah EXO yang lebih banyak.

Lay langsung membantu anak laki-laki itu untuk berdiri. “Gwaenchanha?”

Anak itu mengangguk takut-takut. Pipi kirinya lebam bekas tonjokan salah satu anak dancer tadi. Begitu melihat uangnya yang berceceran, dia lekas memungutnya dan memasukkannya ke dalam kotak.

Gerakannya sempat terhenti saat melihat sepasang sneakers muncul di dekatnya. Ketika dia mengangkat kepala, pemilik sneakers yang ternyata Youngra itu sudah berjongkok untuk membantu memunguti uang yang bertebaran di jalan.

“Go-gomawo..”

Youngra memasukkan uang-uang yang dipungutnya ke dalam kotak di tangan anak laki-laki itu. Dia nampak menyunggingkan senyum. “Cheonma.”

Ragu-ragu anak itu balas tersenyum.

“Pipimu memar, bolehkah aku mengobatinya?”

“Ne?”

Youngra lagi-lagi tersenyum. “Jika tidak segera, pipimu akan semakin sakit. Tidak apa-apa, aku orang baik-baik.”

“Ah.. baiklah.”

Youngra pun mengulurkan tangannya. “Namaku Kwon Youngra. Kau?”

TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s