Perfect One Pt.11


Author: ohnajla

Genre: Romance, school life, general, friendship

Rating: T/G

Length: ???

Cast: Kim Joon Myeon a.k.a Suho EXO, Zhang Yi Xing a.k.a Lay EXO, Kwon Young Ra OC

.

Teaser // Pt.1 // Pt.2 || Pt.3

Pt.4 || Pt.5 || Pt.6 || Pt.7

Pt.8  || Pt.9 || Pt.10

.

Rupanya mereka sepakat makan bersama di kedai tenda dekat rumah Lay. Kedai ini menyajikan ddeokbeokki dan kimchi di siang hari dan daging asap di malam hari. Luhan, Kris dan Xiumin termakan promosi Lay. Lay bilang bahwa,

“Kedai sebelah rumahku menjual ddeokbeokki yang super enak. Rasanya tuh seperti buatan koki kerajaan Korea jaman dulu.”

Hanya Suho yang tidak memercayai ucapan Lay. Kentara sekali kalau Lay hanya melebih-lebihkan ucapannya karena belum tentu di jaman kerajaan dulu ddeokbeokki sudah ada. Tapi Suho ikut saja ke kedai ini. Toh dia sudah menawarkan diri menraktir mereka.

“Eum! Iya! Kau benar! Enak sekali!” seru Kris lantang dengan mulut penuh ddeokbeokki. Aksen cool nya hilang sudah. Tingkahnya kini malah terlihat seperti orang yang tidak pernah makan selama sebulan. Satu piring besar yang mereka pesan, setengahnya hampir dihabiskan dia.

“Sausnya sungguh lezat,” timpal Luhan yang juga memenuhi mulutnya dengan makanan. Melihat kedua teman China nya puas dengan ddeokbeokki yang dijual tetangganya ini, Lay pun tersenyum bangga.

“Tuh kan sudah kubilang apa. Ddeokbeokki milik bibi Seong memang benar-benar enak. Kalau kurang kalian bisa tambah lagi.”

Suho hanya bisa mencibir ucapan Lay. Kalau kurang kalian bisa tambah lagi? Kau pikir yang menraktir mereka siapa? Cih, dia selalu saja seenaknya.

“Bukannya memang begini rasanya ddeokbeokki?” gumam Xiumin yang duduk di sebelah Suho, sehingga ucapannya bisa terdengar jelas di telinga Suho.

“Bukan Lay namanya kalau dia tidak melebih-lebihkan sesuatu,” sahut Suho sembari memasukkan sepotong ddeokbeokki ke dalam mulutnya. Sejujurnya semua rasa ddeokbeokki itu sama. Hanya mungkin yang membedakan adalah lidah orang yang memakan.

“Oh ya, seharusnya kita mengajak maknae juga,” celetuk Luhan tiba-tiba di tengah-tengah dia menyantap makanan.

“Maknae? Ah kau benar, ge. Eh tapi, sepertinya Chanyeol masih ada di sekolah.”

Suho otomatis melirik jam-nya. “Hampir pukul 12. Bukannya ini waktunya istirahat?”

“Ne, kau benar. Bagaimana kalau kita membawanya ke sini?”

“Jadi menurutmu kita harus menjemput dia? Cih, itu membuang-buang waktu. Kau punya nomor Chanyeol tidak? dari pada kita menjemputnya lebih baik kutelpon saja,” celetuk Suho seraya mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya.

“Tapi bukannya itu sama saja? Meskipun istirahat sekolah bukan berarti boleh ke luar sekolah kan?” cetus Xiumin yang menyelesaikan makannya lebih cepat dari yang lain.

“Kalian tidak lihat perawakannya? Anak seperti dia tidak akan kehabisan ide untuk melakukan sesuatu. Kabur dari sekolah merupakan hal mudah baginya,” seloroh Suho sambil merebut ponsel yang baru dikeluarkan Lay dari dalam tas. Dia lekas mengetikkan nomor ponsel Chanyeol di ponselnya lalu menekan tombol call.

Sekian detik menunggu, panggilan telah tersambung.

“Yoboseyo?”

“Yaa, ini Suho. Cepat datang ke rumah Lay sekarang. Bagaimana caranya itu urusanmu. Kutunggu duapuluh menit.”

“Ne? hyung? Hyu-”

KLIK!

Suho mengembalikan ponsel Lay ke pemiliknya. “Apa kalian ingin pesan ddeokbeokki lagi?”

Lay yang terbengong-bengong melihat bagaimana Suho menelpon Chanyeol tadi, dengan otomatis mengangguk. Suho sama sekali tidak memedulikan ekspresi Lay. Dia segera mengangkat tangan untuk memanggil bibi Seong.

“Chogiyo, bisakah kami minta satu porsi ddeokbeokki lagi?”

Setelah mendapat jawaban dari bibi Seong, Suho lantas meraih garpunya dan kembali menusuk satu potong ddeokbeokki yang kemudian dia masukkan dalam mulutnya. Entah kenapa setelah menelpon Chanyeol dia makin lapar.

“Suho sepertinya agak beda ya,” celetuk Luhan yang spontan membuat Suho tersedak. Luhan mempertanggungjawabkan ucapannya tadi dengan memberikan segelas air putih pada Suho.

“Agak beda bagaimana?” balas Suho setelah dia menghabiskan air mineral tersebut.

“Tidak perlu kujelaskan, aku yakin kau juga bisa merasakannya. Aku hanya penasaran, kenapa Suho bisa berbeda kali ini?” Luhan meletakkan kedua tangannya di atas meja dan memusatkan perhatian pada Suho.

“Mungkin hanya perasaanmu saja. Aku tidak merasa berbeda,” ketus Suho sembari melahap satu potong ddeokbeokki.

“Apa karena pacarmu?” sahut Xiumin tiba-tiba yang sukses membuat Suho berhenti mengunyah.

“Pacar? Pacar siapa? Aku tidak pernah punya pacar,” jawab Suho akhirnya. Dia bukannya tidak mengakui Youngra, tapi antara dia dan Youngra memang belum terdeteksi hubungan apapun. Mereka hanya berkencan satu kali, dan hari kemarin itu juga bukan hubungan pacaran.

“Tadi pagi Lay bilang begitu. Kau mau membohongi kami?” kini Kris yang terkenal cuek ikut-ikutan pembicaraan yang menurut Suho sama sekali tidak penting.

Suho meletakkan garpunya di bawah piring. “Aku dan Youngra tidak pernah pacaran. Kami hanya pernah berkencan satu kali dan itu pun saat masih kelas 1 SMP. Berkencan bukan berarti pacaran kan? Dan lagi, kenapa kalian penasaran dengan Youngra?”

“Tentu saja kami penasaran. Dia yang membuat nama EXO kan? EXO itu ada karena dia. Ck, kenapa kau tidak pernah peka terhadap sesuatu sih?” Xiumin kesal pada cara bicara Suho, sampai-sampai dia yang terkenal kalem berubah menjadi judes.

Pembicaraan itu terhenti sejenak di saat bibi Seong datang menyajikan sepiring besar berisi ddeokbeokki. Setelah Lay mewakili yang lain mengucapkan terima kasih, bibi itu kembali masuk ke dalam. Dan ketika Kris akan menusuk satu potong ddeokbeokki baru, Chanyeol tiba-tiba datang dengan napas terengah-engah. Si maknae itu dengan tidak sopannya langsung meminum segelas air milik Lay.

“Haaaah! Lelahnya!” pekik Chanyeol sambil mengipas lehernya dengan kepakan tangan. Wajahnya merah padam karena dia kemari dengan berlari. Kalau tidak berlari dia harus dengan apa? Kabur dari sekolah saja dia harus lewat semak-semak berduri. Satu-satunya jalan kabur dari SMP Jinkook adalah melewati semak-semak liar.

“Kau benar-benar pintar urusan ini,” ucap Kris sembari menyodorkan sepotong ddeokbeokki yang dia tusukkan ke garpu. Chanyeol langsung membuka mulutnya. Kris menarik kembali garpu itu setelah mulut Chanyeol mengatup.

“Kang seonsaengnim melihatku kabur. Ah! beliau memang tidak mengejarku, tapi lihatlah besok bagaimana kabarku,” Chanyeol mengusap-usap dahinya yang penuh keringat sebesar biji jagung sambil membayangkan bagaimana nasibnya besok. Kang seonsaengnim adalah guru ketertiban yang terkenal dingin dan kejam. Pria itu tidak pernah pilih kasih. Siapa yang melanggar itulah yang mendapat hukuman.

“Itu kan urusanmu.”

Chanyeol mendengus mendengar balasan Suho. Dia memang mengagumi Suho, tapi dia juga bisa kesal pada orang yang sama.

“Suho bisa menjadi dua pribadi yang berbeda di waktu yang sama. Golongan darahmu AB kan?”

“Eum,” balas Suho singkat sambil menusuk sepotong ddeokbeokki. Dia tidak memakan ddeokbeokki itu, melainkan dia berikan garpu itu pada Chanyeol. Entahlah dia reflek saja melakukan ini.

“Pegang garpunya,” tegur Suho disaat Chanyeol membuka mulut. Si maknae merengut mendengar ucapan Suho. Dia dengan berat hati mengambil garpunya dan memakan ddeokbeokki itu.

“Kau sulit dipahami tapi itulah yang membuatmu menarik. Mungkin gadis bernama Youngra itu menyukaimu karena itu,” seloroh Luhan yang membuat Suho terdiam beberapa detik.

“Ah ya, aku ingin bertanya sesuatu pada kalian.”

Semuanya terdiam menunggu apa yang akan dikatakan Suho selanjutnya.

“Apa salah satu dari kalian mengenal geng siswa SMA dengan ketuanya yang berambut merah?”

Xiumin, Luhan dan Kris yang menjadi siswa SMA lebih dulu dari Suho dengan bersamaan mengerutkan dahi.

“Rambut merah? Aku tidak pernah tahu itu siapa,” balas Xiumin memecah keheningan yang terjadi tiba-tiba.

“Memangnya mereka dari SMA mana? Di sini sudah pasti tidak diperbolehkan memakai rambut berwarna selain hitam dan cokelat,” sambung Luhan.

“Waktu itu malam hari, aku tidak bisa melihat nama sekolah di seragamnya.”

“Apa urusanmu dengan dia?” tanya Kris to the point.

Suho memandang kelima member EXO satu persatu. “Dia pernah mengganggu Youngra. Dan dia bilang dia tidak akan membiarkanku hidup nyaman. Aku penasaran, selama dua tahun ini dia tidak kelihatan batang hidungnya.”

“Hyung, kau sepertinya tidak suka hidupmu damai ya? bukannya bagus kalau dia tidak mengganggumu?”

“Ani, bukan itu maksudku. Aku hanya takut kalau dia sedang membuat rencana besar untuk menggangguku. Bisa saja dia selama ini diam karena sedang memikirkan rencana itu.”

“Dua tahun lalu berarti saat kita kelas satu? Kau jahat, kenapa kau tidak bilang padaku? Apa jangan-jangan sewaktu wajahmu babak belur itu? yaa! kau sungguh keterlaluan!” Lay menggebrak meja begitu saja sebagai pengaplikasian rasa kesalnya.

Suho dengan tiba-tiba membalas tatapan Lay dengan lebih sengit. “Kau menyebutku keterlaluan? Memang kau tahu apa huh? Kau lupa kalau saat itu kita belum masuk kelas Excellent? Kau lupa kalau setelah kita masuk kelas Excellent, kau tiba-tiba absen dan ternyata kau mengidap kelainan darah? Kau pikir aku tega mengatakan hal ini padamu? Aku tahu kau akan membalas perlakuan orang itu karena ini menyangkut Youngra. Dan karena itu, aku tidak memberitahumu. Aku tidak mau melihatmu mati karena orang seperti dia.”

Semua yang ada di sana terdiam termasuk Lay sendiri. Mungkin Lay tidak akan membayangkan Suho berbicara seperti ini padanya. Lain lagi dengan Chanyeol, Luhan, Xiumin dan Kris yang terkejut mengetahui fakta tentang penyakit yang diderita Lay. Luhan dan Kris yang berasal dari negara yang sama dengan Lay saja tidak pernah tahu kalau Lay mengidap penyakit semematikan itu.

Lay yang semula berdiri tiba-tiba saja terduduk. “Jadi kau membiarkan dirimu sendirian?”

Suho membuang pandangannya karena tidak tega melihat ekspresi Lay sekarang. Dia sadar kalau ucapannya itu bisa menyinggung perasaan Lay. “Ne. Aku akan melakukan apapun untuk melindungi Youngra. Meskipun nyawaku terancam.”

Lay menatap Suho tak percaya. “Yaa! Kau pikir kau bisa menyelesaikan ini sendirian? Apapun yang terjadi padamu itu urusanku juga! Aku sudah berjanji pada Youngra untuk terus bersamamu dalam segala situasi! Persetan dengan penyakit!”

Antara Luhan, Xiumin, Kris dan Chanyeol tidak ada yang berani angkat bicara sekadar menenangkan mereka. Mereka sama sekali tidak tahu siapa Youngra, tidak tahu apapun tentang persahabatan keduanya. Mereka hanya diam melihat Suho dan Lay yang sedang berseteru.

“Tidak semua urusanku adalah urusanmu. Jangan ikut campur masalah ini, Lay.”

Lay tiba-tiba bangkit. “Akan kubuktikan kalau aku akan baik-baik saja melawan mereka.”

Suho langsung panic ketika Lay pergi begitu saja. Tanpa pikir panjang dia langsung bangkit dan mengejar lelaki itu. Jangan sampai Lay bertemu dengan mereka karena Suho tidak mau Lay sakit seperti dulu lagi. Lebih tepatnya, Suho tidak mau sahabat dekatnya itu kenapa-napa akibat masalah yang tidak ada sangkut pautnya dengan dia.

“Lay! Kau mau kemana?! Yaa!”

“Aku akan menemukan mereka dan menghajarnya!”

Lay mempercepat larinya dan Suho ikut menambah kecepatan. Lay sama sekali tidak mengurangi kecepatan saat akan menyeberang jalan raya. Dan mungkin Lay tidak tahu kalau ada sebuah motor yang sedang melaju kencang dari salah satu arah. Tapi Suho yang tahu, langsung mengerahkan seluruh tenaganya dan mendorong punggung Lay hingga terjatuh di dekat trotoar. Sementara dia secara reflek berhenti berlari di tengah jalan. Bodohnya dia tidak pergi dari sana dan malah menatap motor yang menghampirinya itu.

TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s