Perfect One Pt. 1


Author: Ohnajla [chosangmi15]

Genre: romance, school life, friendship, general

Rating: T/G

Length: ??

Cast: Kim Joon Myeon a.k.a Suho EXO, Zhang Yixing a.k.a Lay EXO, Kwon Youngra OC

.

Teaser

Hari selasa, adalah jadwal olahraga kelas 1-1 dan 1-5. Karena jam nya sama, kedua kelas ini akhirnya dijadikan satu di lapangan indoor. Barisan kedua kelas ini saling berhadapan dengan seorang guru olahraga kelas 1 yang memisahkan mereka.

“Ya, untuk hari ini kita akan berlatih melempar. Untuk perempuan, kalian bisa berlatih chest pass dan untuk laki-laki, kalian akan berlatih melempar bola baseball. Baiklah, silakan pilih pasangan masing-masing.”

Semuanya mulai ribut mencari pasangan. Tapi hanya Suho saja yang diam di tempat. Dia sedang memandang ke satu titik. Di titik itulah, mood nya tiba-tiba berubah.

Sialan, si gendut itu ternyata dari kelas 1-5.

“Oy, kau sudah mendapat pasangan?”

Suho terpaksa memalingkan pandangan di saat sebuah suara ada tepat di sampingnya. Ketika menoleh, dia dikejutkan dengan keberadaan siswa asing.

“Kau bertanya padaku?” tanya Suho memastikan.

“Tentu saja. Eum… sepertinya kau belum dapat pasangan. Bagaimana kalau denganku?”

Suho melihat sekitarnya dulu sebelum mengangguk. “Keurae.”

Siswa asing itu tersenyum. Dia mengulurkan tangannya. “Annyeong, aku Zhang Yi Xing. Panggil saja Lay. Kau?”

Tanpa ragu Suho membalas uluran tangan itu. “Kim Joonmyeon, Suho.”

“Oh? Siapa tadi? Kim Joon Myeon? Kau.. Kim Joon Myeon?”

Dahi Suho berkerut bingung. “Eoh, aku Kim Joon Myeon.”

“Wah… tidak kusangka aku bisa bertemu denganmu di suasana seperti ini. Kau calon presiden school dari kelas 1-1 kan? Eum… Kau saingan yang tangguh sepertinya,” ucap siswa itu sambil menyudahi jabat tangan mereka.

Saingan?

“Ah… jadi kita akan bersaing?”

Lay mengangguk semangat. “Tapi itu nanti. Sekarang kita adalah pasangan. Bagaimana kalau kuambilkan bolanya?”

Suho belum menjawab, Lay sudah berlari mendekati keranjang atribut untuk mengambil dua buah sarung tangan dan bola baseball. Dia kembali dengan menyerahkan satu sarung tangan pada Suho.

“Di China, sekolah tidak seperti ini. Ternyata pelajaran olahraga lebih menyenangkan di Korea,” gumam Lay tiba-tiba.

“Kau dari China?”

“Eoh. kau tidak sadar dengan namaku?”

“Ah… Arraseo.”

Mereka pun mengambil posisi. Pertama kali yang melempar adalah Lay.

“Kau pemenang olimpiade fisika itu, kan?”

“Eoh. Dari mana kau tahu?”

Lay menangkap dengan baik bola yang dilempar padanya. “Kau ini bagaimana sih? Siapapun yang berprestasi, tentu semua orang tahu. Fotomu bahkan terpampang nyata di madding sekolah.”

“Oh.. aku tidak pernah tahu itu.”

Lay tertawa kecil. “Jadi kau juga tidak tahu kalau aku hanjang dari kelas 1-5?”

“Aniyo,” balas Suho singkat. Memang itu penting?

“Kurasa kau butuh sedikit membuka diri.”

“Apa maksudmu?”

“Dari jawaban-jawabanmu tadi, aku menyimpulkan kalau kau sama sekali tidak punya teman. Aku tidak tahu apakah kau introvert atau memang ingin menutup diri. Tapi kusarankan kau memiliki setidaknya satu teman. President school tidak hanya harus pintar, tapi juga pintar bersosialisasi. Aku mengatakan ini karena aku sainganmu, eoh.”

Suho menerima lemparan Lay lalu menggenggam bola itu untuk beberapa saat. “Apa untungnya aku berteman dengan orang yang hanya mau memanfaatkanku.”

Lay tersenyum miring. “Kalau alasannya memang itu, kenapa kau tidak memanfaatkan balik orang itu? simbiosis mutualisme.”

Suho balas tersenyum kecut. “Aku tidak dididik untuk begitu.”

“Sudah terlihat dari wajahmu, Myeon-sshi.”

Suho terdiam beberapa saat. Detik berikutnya dia tersenyum. “Panggilan yang keren.”

Sementara itu..

“Tangkap yang benar, gendut!” pekik seorang gadis berpita merah yang sedang bermain lempar-lemparan bola basket dengan si gendut nerd kelas 1-5.

“Ah.. maaf,” ucap si gendut itu yang datang sambil berlari setelah memungut bola yang menggelinding ke luar lapangan.

“Ck, ini menyebalkan sekali,” keluh si pita merah ketika menangkap lemparan bola dari si gendut. Tiba-tiba, sebuah ide terlintas di pikirannya. Tanpa sadar dia menyeringai.

“Yaa, tangkap ini!”

BUK!

Suara itu membuat semua orang menghentikan aktifitasnya. Mereka memandang ke satu titik di mana si gendut itu terjatuh sambil memegangi perutnya.

“Youngra!” pekik Lay tiba-tiba dengan berlari mendekati gadis gendut itu.

“Gwaenchanha?” tanyanya sambil memegangi lengan gadis gendut bernama Kwon Youngra itu. Dia satu-satunya siswa yang peduli pada si gendut ini. Lihatlah yang lain, semua kembali ke aktifitas masing-masing dan berpura-pura tidak melihat kejadian ini.

“Aduh perutku..”

“Wae? Bagian mana yang sakit?”

“Hiks.. appa-yo..”

Lay tambah cemas melihat Youngra tiba-tiba menangis. Dia tahu semua orang tidak memedulikan gadis ini, maka dari itu dia tidak meminta bantuan orang lain.

“Masih kuat berjalan kan? Ayo kita ke ruang kesehatan.”

Youngra mengangguk. Lay segera mengalungkan lengan Youngra di lehernya. Dia sekuat tenaga membantu Youngra bangkit dan memapahnya menuju ruang kesehatan. Untungnya ruang kesehatan tidak jauh dari lapangan indoor dan Youngra masih kuat berjalan.

Punggung keduanya menjauh. Di sudut lain, Suho sejak tadi memperhatikan keduanya. Dari bagaimana Lay mencemaskan Youngra, membantu Youngra berjalan… Suho rasa dia tidak pantas menjadi seorang hanjang apalagi president school. Lay sangat peduli terhadap orang lain. Bahkan di saat semua orang tidak ada yang mencemaskan bahkan memedulikan si gendut, Lay tetap dengan ikhlasnya membantu gadis itu. Dari gelagatnya, Suho yakin itu bukanlah perlakuan atas dasar kasih sayang, tapi karena Lay memang memiliki kepribadian itu.

“Hanjang. Aku tidak punya pasangan, boleh tidak aku berpasangan denganmu?” tanya gadis berpita merah yang tiba-tiba datang. Gadis itu bernama Park Chorong, dia lah yang sengaja melukai Youngra.

“Lupakan,” balas Suho ketus seraya menyerahkan bola baseball serta pelindung tangan pada Chorong. Dia melangkah pergi meninggalkan lapangan indoor.

“Cih, sombong sekali.”

**

“Dengan istirahat, kau akan sembuh sendiri,” ucap dokter sekolah setelah memeriksa apa yang terjadi pada Youngra.

“Ah syukurlah. Kamsahammida, uisa-nim,” balas Lay sambil membungkuk 90 derajat.

Begitu dokter sekolah kembali ke mejanya, Lay duduk di tepi ranjang yang ditempati Youngra. “Aku yang akan membuat surat izin untukmu. Kau beristirahatlah saja.”

Youngra tersenyum tipis. “Gomawo, hanjang.”

Lay mengangguk. “Nanti aku akan kembali saat istirahat. Kalau ada yang kau butuhkan, katakan saja pada uisa-nim. Aku akan mencatatkan semua pelajaran untukmu. Dan kalau aku tidak ada ekskul, aku akan mengantarmu pulang.”

Perasaan Youngra menjadi hangat ketika Lay mengucapkan semua itu. tidak ada seorang pun yang memedulikannya, tapi Lay mau melakukan banyak hal untuk membantunya.

“Jinjja gomawo..”

“Keurae. Sekarang tidurlah,” Lay menyelimuti Youngra sebatas leher kemudian bangkit.

“Cepat sembuh, eoh?”

Begitu Youngra mengangguk, Lay segera beranjak.

**

Suho kini lebih banyak berada di kelas karena sebentar lagi ujian semester akan tiba. Dia benar-benar melupakan segala hal. Mulai dari ucapan anak-anak padanya, si gendut yang pernah dia bentak dan saingannya, Lay.

Kini Suho menjadi anak yang sangat tertutup dan tidak pernah keluar kelas.

Hingga akhirnya ujian semester tiba. Malam sebelumnya, dia terpaksa pulang malam karena harus membuat proposal untuk permintaan kelengkapan alat-alat club sains. Ya, dia sudah terpilih menjadi ketua club tersebut.

Suasana sekolah sudah sepi dan dia berjalan seorang diri. Tidak ada yang perlu ditakutinya karena dia tidak pernah percaya akan keberadaan hantu. Dia berjalan dengan tenang menyusuri jalan area permukiman warga sambil merapalkan rumus-rumus matematika.

“Kau ingin segera pulang, kan? Kalau begitu menyanyilah. Masih baik aku tidak menyentuhmu, gendut!”

Kakinya spontan berhenti melangkah. Dia langsung menoleh ke asal suara dan menemukan tiga anak SMA yang sedang menyandera seorang gadis dari SMP nya. Gadis itu bertubuh gendut, dan dia nampak ketakutan saat berdiri di depan tiga anak SMA itu.

“Yaa, aku tidak menyuruhmu menangis. Cepat menyanyilah. Apa susahnya sih menyanyi?”

Tanpa sadar langkah kakinya bergerak mendekati tempat itu. Dia bersembunyi di balik dinding untuk memantau apa yang terjadi.

Naeilbuteo mot bomyeon neoneun amureochi anheul geoni (Apakah semua ini akan baik – baik saja untukmu)

Annyeongiran malloman cham swiun geot (Jika mulai besok kita tidak saling bertemu lagi?)

Maeil neoui moksorin naege seupgwanboda museounde (Mungkin kalimat ‘Selamat Tinggal’ yang bisa kau ucapkan)

Neo honjaseo junbihago geureon yaegi hajima (Aku mulai ketakutan dengan suaramu yang selalu menemani hariku)

Hwareul naemyeon jeongmallo kkeuchil geot gataseo

Aesseo naneun utjiman nunmuri na

(Tolong jangan ucapkan itu seakan kau sudah siap untuk berpisah denganku

Perpisahan sudah terlihat jelas denganmu yang sedang menahan amarah

Aku mencoba tersenyum, tapi air mata yang menjawab)

~Good night like yesterday – Lovelyz~

Tanpa sadar Suho tertegun mendengar suara gadis itu. ini suara yang cukup dikenalnya. Ini suara Kwon Youngra, si gendut nerd yang pernah dibentaknya. Suara ini sangat lembut, apa yang dilantunkan dengan indahnya masuk ke dalam gendang telinga semua orang yang mendengarnya.

“Wah.. suaramu ternyata bagus juga. Entah kenapa aku jadi berubah pikiran,” sahut seorang siswa berambut merah mowhak yang tiba-tiba bangkit dan berjalan mendekat pada Youngra.

Suho yang tahu akan ada marabahaya, segera menyudahi lamunannya. Mau apa dia?

Siswa itu membungkuk, lalu meraih dagu Youngra. “Tubuhmu sangat tidak menarik. Tapi begitu mendengar suaramu, aku jadi tertarik. Otte? Kau mau kita melakukannya di mana?”

Kedua mata Suho sontak melebar. Sialan!

Youngra menepis tangan siswa itu. Tapi haksaeng itu kembali meraih dagunya.

“Aku tahu kau tidak sekasar itu, nona.”

Suho menjatuhkan tas serta melepas blazernya kemudian keluar dari persembunyian.

“Yaa! kenapa kau pulang duluan? Bukannya sudah kubilang untuk tunggu?” teriaknya pada Youngra.

Dia berjalan sedikit tergesa mendekati gadis itu, kemudian menepis tangan si haksaeng SMA. dia memberi isyarat pada Youngra untuk mundur.

“Jangan menyentuh kekasihku lagi,”

 

 

TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s