Again -Chapter 5-


again

Author : Park Daena
Genre : Romance, sad
Rating : Teen
Length : Chaptered
Casting: Luhan EXO, Kris Wu EXO, Park Youngra (OC), Krystal Jung f(x) (cameo)

(Chapter 1) (Chapter 2) (Chapter 3) (Chapter 4)

Chapter 5
Kris mengalami angina. Dia pingsan dan segera di periksa oleh dokter. Dari luar ruangan, tangan Youngra bergetar melihat kondisi Kris yang semakin melemah. Di sampingnya, Krystal juga sedang berdoa untuk keselamatan kakaknya.

Dokter tidak segera keluar dari ruangan Kris. Hal itu membuat Youngra sekaligus Krystal semakin cemas. Tiba-tiba saja, seseorang muncul. Youngra melebarkan matanya saat tahu orang itu adalah Luhan. Gadis itu bangkit saat Luhan berlari kecil ke arahnya.
“Bagaimana kondisinya?” tanya pemuda itu dengan wajah panic sekaligus cemas.
Youngra menatapnya, dia rindu wajah ini. Dengan segera dia pun memeluk pemuda itu.
“Lu.. hiks.. bagaimana kalau dia pergi? Hiks.. aku tidak rela..”
Luhan terdiam sejenak. Jujur dia juga merindukan Youngra. Mereka saling berjauhan selama 3 hari karena saling canggung masalah first kiss waktu itu.
CKLEK!
Semua tertuju ke asal suara. Dokter berjalan keluar. Ekspresinya masam, hal itu membuat Youngra, Krystal, bahkan Luhan, merasakan suatu hal yang janggal.
“Joesonghammida, tuan Kris tidak bisa kami selamatkan.”
Krystal berteriak histeris kemudian berlari memasuki ruang kakaknya, sedangkan Youngra, dia sangat terkejut hingga jatuh pingsan.
^^
Luhan menyibakkan poni Youngra yang hampir menutupi mata. Dia miris melihat Youngra seperti ini. Saat Youngra pingsan, pemuda itu segera membawanya pulang, sedangkan Krystal ditangani oleh dokter yang ternyata adalah dokter Lay, kakak angkatan Luhan serta Kris.
Luhan membawa gadis itu ke apartemennya. Dia membaringkan tubuh Youngra di atas tempat tidurnya. Sampai jam 11 malam, belum ada pergerakan berarti dari Youngra. Sepertinya gadis itu benar-benar shock.
“Hajima… hiks… hajima..”
Luhan menangkap tangan Youngra yang sedang menggapai udara. Dia menggenggamnya erat kemudian mencium bagian punggung tangannya.
Tangis Youngra semakin menjadi walau matanya memejam. Gadis itu meremas tangan Luhan kuat, seakan tidak mau Luhan pergi. Dalam keadaan tak sadarnya itu, dia sedang bermimpi bertemu Kris. Kris berjalan memunggunginya, meninggalkannya hingga tak berjejak.
~
Youngra berjalan ke balkon apartemennya. Wajahnya yang kusut langsung disapa oleh angin sepoi saat dirinya baru saja menginjakkan kaki di sana. Dia butuh udara, dia butuh banyak sekali oksigen untuk menenangkan perasaannya. Dia merindukan Kris, pemuda yang telah membuatnya jatuh cinta untuk yang pertama kali.
Pandangannya memaling, saat mendengar suara langkah kaki terseok-seok dari balkon apartemen di sampingnya. Balkon itu gelap, namun karena lampu yang cukup terang dari balkonnya, Youngra bisa menangkap bayangan Luhan disana.
Pemuda itu sepertinya mabuk. Tatapannya kosong, rambutnya acak-acakkan tak berbentuk, pakaiannya berantakkan dan cara berjalannya juga tak bertenaga sama sekali. Baru saja dia menggapai pembatas balkon, saat itu juga Luhan pingsan.
“LUHAN!!”
Gadis itu segera berlari ke apartemen Luhan. Dia mengetikkan 7 digit password Luhan yang berupa tanggal lahir pemuda itu. Setelah bunyi unlock terdengar, dia langsung melesat ke balkon. Ketika melewati ruang televise, dia menemukan 3 botol soju yang memiliki kadar alcohol cukup tinggi.
Sesampainya di balkon, Youngra berlutut kemudian meletakkan kepala Luhan di pangkuannya.
“Lu? Ireona! Ireona!!”
Dia menepuk-nepuk pipi Luhan, dan setelah itu menggoyangkan tubuhnya. Masih belum ada pergerakan berarti. Akhirnya dengan terpaksa, dengan sisa tenaga yang dia miliki, dia memapah Luhan memasuki kamar. Dia membaringkan tubuh Luhan di atas ranjang kemudian menyelimutinya.
“Lu.. ireona..”
Seolah mendengar, Luhan perlahan membuka matanya. Youngra sedikit terkesiap karena kedua mata pemuda itu memerah.
“Kenapa kau disini, huh?”
Youngra meneguk salivanya. Dia sedikit takut melihat tatapan mata Luhan yang memperlihatkan sebuah perasaan marah sekaligus lelah.
“Kau pingsan tadi..”
Luhan menarik tangannya kasar dan mereka pun berubah posisi. Kini Youngra berada di bawah Luhan.
“Kenapa kau memedulikanku, huh? Bukannya kau tidak menyukaiku?”
Youngra memberanikan diri menatap manic mata Luhan. “A-a-a-aku.. khawatir padamu..”
“Tidak perlu menghawatirkanku!”
Air mata gadis itu kembali jatuh. “Aku ingin memiliki perasaan padamu, Luhan… tolong jangan seperti ini.”
Luhan membelalakkan matanya. “Apa maksudmu?”
“Ajari aku bagaimana mencintaimu.”
Kepala Luhan tiba-tiba pusing. Dia merebahkan kepalanya di samping Youngra. Sedikit erangan memilukan terdengar sebelum pemuda itu kembali tak sadarkan diri.
Youngra menghela nafasnya sambil mengusap wajahnya. Kemudian dia bangkit dan membenahi letak selimut Luhan. Gadis itu menatap wajah tampan itu sejenak, sebelum mendaratkan kecupan di kening.
“Aku ingin mencintaimu..”
END!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s