Again -Chapter 4-


again

Author : Park Daena
Genre : Romance, sad
Rating : Teen
Length : Chaptered
Casting: Luhan EXO, Kris Wu EXO, Park Youngra (OC), Krystal Jung f(x) (cameo)

(Chapter 1) (Chapter 2) (Chapter 3)

Chapter 4
Malam harinya, Youngra ingin keluar untuk membeli bahan makanan di supermarket. Dia baru saja keluar dari apartemennya saat menemui Luhan yang baru saja pulang. Wajah pemuda itu kusut, lelah dan tak bersemangat. Luhan seolah tak melihatnya saat melewati dirinya.
Entah kenapa rasanya sakit saat melihat perubahan sikap Luhan ini. Saat pemuda itu sedang mengetik 7 digit password apartemennya, Youngra segera menarik tangannya. Gadis itu menatap Luhan sendu.

“Kenapa kau menjauhiku?”
Luhan menepis tangan Youngra kasar seraya menatap tajam gadis itu. “Bukan urusanmu.”
“Apa ini semua karena Kris?”
Pemuda itu tak menjawab, melainkan mendorong tubuh Youngra hingga punggung gadis itu menabrak dinding. Dia mendekatkan wajahnya dengan kedua tangan yang mengunci pergerakan gadis itu.
“Tidak bisakah kau tidak menyebutkan namanya di hadapanku!”
Youngra memejamkan matanya sejenak, untuk menahan tangisnya. Dia menatap Luhan balik.
“Wae? Apa salahnya aku menyebutkan namanya di hadapanmu? Dia kekasihku, kenapa kau seperti ini?”
“Aku tidak menyukainya! Aku tidak peduli dia siapamu, aku benar-benar tidak menyukainya!”
Youngra kembali memejamkan matanya. Tangisnya pecah, air mata membasahi pipinya. Sejak mereka bersahabat, baru kali ini Luhan membentaknya, melakukan ini padanya. Hari mereka selalu diwarnai dengan pertengkaran bak tom and jerry, tapi Youngra benar-benar tidak menyangka Luhan akan seperti ini. Semua ini terjadi setelah dia mengenal Kris.
Hembusan nafas Luhan yang menderu, menerpa wajah Youngra yang telah berlinangan air mata. Jujur Luhan tidak bisa melihat seorang gadis menangis, terlebih Youngra. Namun egonya terlalu besar, dia masih diselimuti emosi yang tengah meluap.
Youngra membuka mata kemudian menatapnya. “Aku tidak tahu kenapa, tapi hatiku sangat sakit saat kau membentakku. Aku tidak menduga kau bisa seperti ini padaku. Mian, aku tidak pernah bermaksud membuatmu emosi. Aku mencintai dan menyayangi dia, dan aku juga menyayangimu. Mianhae..”
Gadis itu berjinjit untuk menyetarakan wajah mereka. Dia mengecup kilat bibir tipis Luhan, sebelum mendorong pemuda itu menjauh.
“Itu first kissku,” ucap Youngra sebelum melangkah pergi meninggalkan Luhan. Dia menghapus air mata yang menggenangi pipinya.
Sementara yang dilakukan Luhan adalah memaku di tempat. Dia terkejut, dia tak menduga, akhirnya pangeran yang berhasil mencuri first kiss Youngra adalah dirinya. Dan sebenarnya, putri yang mencuri first kissnya adalah Youngra. Matanya setia memandangi punggung sempit itu yang menghilang kala memasuki lift.
^^
Dua hari berlalu, di saat itu juga Youngra tidak pernah mendapati batang hidung Kris. Dia mulai cemas, dia takut terjadi apa-apa dengan pemuda itu. Dia ingin pergi ke apartemen Kris, tapi dia tak tahu alamatnya. Dia ingin menelpon Kris, dia juga tidak mempunyai nomornya. Dia bingung sendiri, menjadi sepasang kekasih tapi dia tidak meminta penjelasan hal-hal sepele seperti itu. Dia sedikit meyesal.
Kelas dibubarkan, yakin tak ada kelas lain, Youngra memilih untuk pulang. Akhir-akhir ini dia sedikit lesu. Dia tak menemui Kris, dia juga menjauhi Luhan. Dia seakan kehilangan semangat hidup.
“Eonni?!”
Lamunannya buyar saat suara nyaring itu tertuju padanya. Dia menggerakkan kepala mencari asal suara hingga akhirnya menemukan sosok gadis manis yang berdiri di samping mobil bermerek Nissan.
Semangatnya kembali naik, dia segera berlari mendekati Krystal kemudian mendekapnya.
“Krystal-ah, dimana kakakmu? Aku merindukannya,” keluh Youngra seraya membuang nafas berat.
Krystal seakan bisa merasakan apa yang tengah dirasakan Youngra. Anak kedua dari keluarga Wu itu mengusap punggung Youngra lembut.
“Aku kemari menjemputmu atas suruhan oppa. Dia ingin aku mengantarmu ke rumah sakit.”
Youngra reflek menegapkan tubuhnya. “Rumah sakit?”
Krystal mengangguk pelan. “Oppa di rawat di rumah sakit sekarang.”
“MWO?!”
^^
Setibanya di salah satu ruang rawat VIP, Youngra langsung berhambur memeluk pemuda di ranjang pasien. Dia menangis kencang, memeluk Kris sedikit agresif. Dalam perjalanan, Krystal mengatakan jika Kris mengidap penyakit jantung koroner sejak kecil. Penyakit itu diwariskan dari mendiang tuan Wu, ayah Kris. Setiap seminggu sekali sejak kecil, Kris pasti akan melakukan check up di rumah sakit untuk menjaga jantungnya tetap normal. Tapi semenjak pemuda itu menetap di Seoul, dia jarang sekali melakukan check up sehingga kondisi jantungnya sedikit melemah. Kemarin dia mengalami angina yang cukup parah sehingga mewajibkannya untuk di rawat di rumah sakit.
Kris mengelus rambut Youngra dengan lembut. “Kenapa kau menangis, eum? Anak kecil itu sudah mengatakannya padamu?”
Youngra mengangkat kepalanya, melihat sang pujaan hati dengan tatapan sendu.
“Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Kenapa aku harus mendengarnya dari adikmu? Kenapa kau menutup-nutupinya dariku? Kenapa Kris? Kenapa?”
“Kenapa? Alasannya adalah aku tidak ingin kau sedih mendengarnya. Bukannya sudah kukatakan sejak awal jika kau gadis pertama yang membuatku jatuh cinta? Aku tidak ingin mengatakan kondisiku yang sebenarnya padamu, karena aku tidak ingin kau menerimaku hanya karena kau kasihan padaku. Ini semua kulakukan karena aku tulus mencintaimu.”
Kris tersenyum getir sambil mengusap pipi Youngra yang sudah basah akan air mata. Dia tidak tega melihat gadisnya menangis seperti ini, terlebih semua ini adalah karenanya.
“Lalu apa maksudmu, saat kau memintaku untuk selalu berada di sampingmu? Kau bahkan tidak mengatakan padaku tentang penyakit yang kau derita. Lalu bagaimana aku bisa-”
Ucapan Youngra terpotong saat Kris tiba-tiba memeluknya. “Sudah, aku minta maaf tidak mengatakan padamu apa yang terjadi padaku. Uljima.. hentikan tangismu, aku mohon.”
^^
Youngra tidak pulang untuk malam ini. Dia memilih bermalam di rumah sakit untuk menemani Kris. Dia begitu keras kepala sehingga Kris dengan terpaksa memperbolehkannya tinggal.
Sekarang gadis itu terlelap dengan kepala berada di ranjang Kris. Wajahnya sangat damai, Kris tidak bosan memandanginya. Pemuda itu tersenyum, berusaha menerka-nerka apa yang sedang dimimpikan Youngra. Sampai akhirnya dia menoleh ketika ponsel Youngra berdering. Pemuda itu segera meraih benda tersebut.
Nappeun Lu, calling
Kris melirik Youngra sejenak. Merasa gadis itu terlalu lelap dalam tidurnya, Kris memilih untuk mengangkatnya.
“Yaa! kemana saja kau, eoh? Ini sudah malam, aku tidak menemukanmu di kampus, kau juga hilang entah kemana. Aku mengerti kau sedang menjauhiku, tapi bisakah kau pulang sekarang? Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu.”
Kris terdiam sejenak, memandang Youngra yang tertidur dengan pandangan penuh arti.
“Yaa! kenapa kau tidak menjawabku?!”
Kris membuang nafas pelan. “Dia sedang tidur.”
Entah apa yang sedang terjadi dengan Luhan, yang pasti tidak ada suara lagi di seberang sana.
“Kau bisa menjemputnya besok. Dia sekarang ada di rumah sakit.”
“Apa yang terjadi dengannya? Apa yang kau lakukan padanya, huh?!”
“Kau sangat membenciku? Jika benar begitu, aku minta maaf. Aku tidak tahu salahku apa sampai kau sangat membenciku. Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”
Diseberang sana Luhan hanya terdiam.
“Aku rasa hidupku tidak akan lama lagi. Yang kupikirkan sekarang adalah Youngra. Dia tidak akan kubiarkan bersedih saat mengetahui aku akan pergi. Aku minta padamu dengan sangat, biarkan besok aku dan dia menghabiskan waktu. Malamnya kau kemari untuk menjemputnya.”
“Apa yang sedang kau bicarakan, huh?”
Kris tersenyum tipis. “Penyakitku sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Aku juga sudah tidak punya waktu untuk operasi. Kau harus tahu, aku mengidap penyakit jantung koroner sejak kecil.”
Diseberang sana, Luhan terdiam memaku di tempatnya. Beberapa detik mereka saling diam, hingga akhirnya Kris memutuskan untuk memutus sambungan.
“Aku minta maaf jika selama ini aku membuatmu sangat membenciku. Aku tidak merebut Youngra darimu, karena dia bukan kekasihmu juga. Tapi, saat aku pergi nanti, kuharap kau bisa menjaganya. Kau harus tahu, dia adalah gadis pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta. Selama hidupku aku berusaha untuk tidak mencintai gadis manapun, nyatanya aku gagal saat melihat Youngra. Dia bagai malaikat, aku sangat iri kau bisa menjalin persahabatan dengannya sejak kecil. Kau sungguh beruntung.”
Setelah membuang nafasnya, Kris pun memutus sambungan secara sepihak. Dia mengusap pelan layar ponsel itu sambil tersenyum.
“Aku menyesal, tidak bertemu denganmu sejak awal..”
^^
Esok paginya, Youngra perlahan membuka mata. Dia menggunakan tangannya untuk menghidari sinar kemilau yang terpancar dari kaca jendela di ruang ini. Matanya mengerjap-ngerjap sejenak sebelum mengedarkan pandangan.
“Sudah bangun?”
Suara itu terdengar berbarengan dengan Youngra menatap manic mata orang yang berbicara itu. Matanya melebar tak percaya. Orang yang duduk sambil menghadapnya itu adalah Kris, sedangkan dirinya menempati ranjang pasien.
“Kenapa aku bisa disini?”
Kris tersenyum seraya bangkit. “Aku yang melakukannya. Aku rasa tidur dalam posisi seperti itu akan lebih baik dari pada tidur seperti posisi tadi malam. Bukannya begitu?”
Youngra menarik selimutnya untuk menutupi pipinya yang kemerahan. Kris pun berjalan mendekatinya, kemudian mendekatkan wajahnya.
Mereka saling menatap dalam diam. Kris tak melakukan apapun selain menatap gadis itu, beda lagi dengan Youngra yang sudah kelewat gugup, dia meremas selimut itu hingga kuku jari-jarinya memutih.
Tak berapa lama Kris tersenyum kemudian mengecup hangat kening Youngra.
“Selamat pagi, chagiya. Aku yakin kau tidur sangat nyenyak sampai-sampai kau tidak sadar kalau aku menggendongmu.”
Youngra menyipitkan matanya, tersenyum malu. “Kau memanggilku seperti itu, rasanya aneh… oppa.”
Kris tertawa ringan. “Kau juga aneh memanggilku seperti itu, eum… terkesan lebih manja dari Krystal.”
Youngra menyingkap selimut yang menutupi sebagian wajahnya. “Ani, aku tidak manja.”
Kris mengusap rambut Youngra yang sedikit berantakan. “Baiklah-baiklah, aku tidak akan mengataimu manja lagi. Eum.. pagi seperti ini, kau tidak ingin pergi ke taman denganku?”
^^
Taman belakang gedung rumah sakit ternyata jauh lebih indah dari dugaan Youngra. Disini bunga-bunga tumbuh berkelompok sehingga terlihat seperti sebuah lukisan raksasa. Ada danau buatan di tengah-tengah taman, danau ini dikelilingi oleh pohon sakura yang begitu indah, kesannya seperti berada di Jepang.
Sambil menarik tiang Infusnya, Kris menggenggam tangan Youngra erat saat berjalan mendekati salah satu pohon. Di bawah pohon itu terdapat sebuah kursi kayu yang kemudian mereka duduki.
“Aku tidak menyangka, rumah sakit ini punya taman sebagus ini.”
Kris tersenyum sembari menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. “Ne, aku sering disarankan kemari saat merasa sesak nafas.”
Tatapan Youngra berubah sendu. “Kenapa kita tidak bertemu lebih awal, Kris? Jika aku tahu kau dalam keadaan separah ini, aku bersedia untuk disampingmu sampai akhir.”
Pemuda itu memalingkan pandangannya, melihat potongan wajah cantik Youngra dari samping. “Semua ini takdir.”
Youngra tersenyum kecut. “Takdir terkadang tidak sesuai harapan.”
Kris menghela nafasnya sebelum meraih tangan Youngra. Tangan mungil itu dia letakkan di dada kirinya, agar Youngra tahu bagaimana degub jantungnya saat ini.
“Rasanya aneh, penderita jantung koroner sepertiku bisa merasakan detak yang sangat cepat saat di sampingmu. Aku seperti seorang anak kecil yang baru merasakan cinta. Semua ini terjadi karena takdir bukan?”
Youngra terdiam. Dia benar-benar merasakan detakkan yang sangat cepat dari dada kiri Kris. Jujur disaat ini juga, dia tengah merasakan hal yang sama. Dia baru merasakannya sekarang, dulu bersama Luhan, sama sekali dia tak merasakan apapun. Apa ini karena takdir juga?
Kris pun mengecup kening Youngra kilat. “Tolong jangan bersedih saat aku tidak ada di sampingmu.”
Youngra menunduk untuk menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.
“Apa tidak ada upaya untuk kesembuhanmu? Kita baru saling mengenal beberapa hari, aku bahkan belum menyimpan nomor teleponmu. Kau ingin pergi begitu saja, eum? Kenapa harus seperti ini??”
Pemuda itu tidak menjawab dan tetap memperhatikan puncak kepala Youngra.
“Jantungku juga berpacu cepat saat di sampingmu. Tidak di samping Luhan, tidak di samping siapapun. Kau seperti mendiang appa. Kalau kau pergi, kau sama jahatnya dengan appa. Kalian meninggalkanku di dunia ini sendirian.”
“Luhan akan menjagamu..”
“Shireo! Aku tidak mau Luhan, aku tidak mau dia menggantikan posisi kalian.”
Kris menghela nafasnya, kemudian mendekap tubuh Youngra.
^^
TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s