Again -Chapter 3-


again

Author : Park Daena
Genre : Romance, sad
Rating : Teen
Length : Chaptered
Casting: Luhan EXO, Kris Wu EXO, Park Youngra (OC), Krystal Jung f(x) (cameo)

(Chapter 1) (Chapter 2)

Chapter 3
Kris membawanya ke Lotte World. Tempat fenomenal di Korea Selatan dimana di dalamnya kita akan disuguhi oleh banyak permainan. Running man pernah syuting disini, bahkan beberapa drama korea pun pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi syuting. Lotte World memang menyediakan sejuta hiburan bagi orang-orang yang mengalami kepenatan saat belajar maupun bekerja.

Di sini, Youngra berlagak seperti anak kecil. Dia menarik tangan Kris dengan manja untuk memasuki satu persatu wahana permainan disana. Situasi ini seperti memperlihatkan kalau mereka layaknya sepasang kekasih, dan mungkin juga ayah dan anak. Kris tidak keberatan dengan sikap Youngra seperti ini, justru inilah yang dia inginkan. Jujur saja, sejak pertama kali bertemu, dia sudah jatuh cinta akan senyuman gadis itu. Wajar, jika dia sangat menyukai senyum lepas Youngra di tempat ini.
Sejam lamanya mencoba berbagai wahana, wahana terakhir yang dipilih mereka adalah bianglala. Usai mengantri cukup lama, mereka akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk menikmati wahana itu.
“Aigoo… lihatlah, mereka seperti semut yang sedang mengerubungi gula,” ucap Youngra saat melempar pandangan keluar wahana. Bianglala ini bergerak perlahan menuju ke puncak saat Youngra melihat pemandangan di bawah sana.
Kris yang duduk dihadapannya, tersenyum simpul. “Ne, kau benar.”
Gadis itu memalingkan pandangan pada Kris. Dia tersenyum hangat.
“Gomawo, Kris-sshi.”
Kris mengangguk pelan sambil mengusap keringat dingin yang mengucur di bagian dahi dan lehernya. “Ne, nado.”
“Kau tahu, terakhir kali aku kesini saat baru saja lulus SMP. Aku pergi dengan Luhan, karena kami ingin merayakan kelulusan. Karena saat itu cuaca sedang tidak bersahabat, aku dan Luhan mengurungkan niat untuk naik wahana ini. Dan tanpa kuduga, sekarang aku bisa menaikinya bersamamu.”
Saat gadis itu berbicara, Kris tak lepas memandangi wajahnya. Dia merasa dia memang benar-benar menyukai gadis itu, tapi dia takut, apa yang menjadi keputusannya ini akan menyakiti gadis itu nantinya. Dia tidak mau, Youngra bersedih suatu saat nanti jika mengetahui suatu rahasia yang sebenarnya.
Tiba-tiba saja bianglala itu berhenti berputar. Lampu diredupkan, situasi ini sangat ditakuti sekaligus dibenci oleh Youngra. Gadis itu segera berpindah ke samping Kris, merangkul lengan pemuda itu dan menyembunyikan wajahnya.
“Wae?”
“A-a-a-aku… takut..”
Kris tersenyum geli mendengarnya. Dia mengacak rambut Youngra pelan, sebelum memalingkan pandangan ke luar kaca. Salah satu tangannya meraba dada kirinya. Dia bisa merasakan detak yang cukup kuat dari jantungnya. Dia juga merasakan nyeri yang amat sangat dari organ di dada kirinya itu. Untuk mengurangi nyeri, dia mengambil nafas dalam-dalam kemudian membuangnya perlahan. Dia melakukan itu berulang kali hingga lampu kembali hidup dan bianglala bergerak dengan semestinya.
Youngra menarik tubuhnya. Dia mendongak ke atas melihat apa yang sedang terjadi dengan lampunya.
“Sudah terang, jangan takut lagi,” ucap Kris tiba-tiba yang membuat Youngra memalingkan pandangannya.
Tau apa yang sedang diperbuatnya, Youngra pun menggeser sedikit tubuhnya. “Mian, itu tadi gerakan reflek.”
Kris terkikik geli. “Gwaenchana, kau tidak perlu meminta maaf.”
Youngra mengusap lehernya yang menegang sambil menunduk.
^^
Setelah puas bermain di Lotte World, mereka memutuskan untuk pulang. Menggunakan bus, Kris bersedia mengantarkan Youngra untuk sampai di apartemen walaupun apartemen Kris berbeda arah dengan apartemen Youngra.
Mereka duduk berdampingan di sisi kiri kursi penumpang. Youngra duduk di samping kaca, sedang Kris berada di sampingnya.
Karena keheningan menyelimuti keduanya, Youngra berinisiatif untuk membuka pembicaraan.
“Kris-sshi, bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Luhan? Dari cara bicara Luhan, sepertinya dia tidak menyukaimu. Apa kalian memiliki masalah pribadi?”
Kris menoleh, menatap tepat di manic mata Youngra. Dia mengangkat kedua sudut bibirnya.
“Tidak ada masalah pribadi diantara kami. Hanya saja Luhan sejak awal memang bergitu padaku. Mungkin karena kami sama-sama orang China, jadi dia sedikit tidak menyukaiku.”
Youngra mengerutkan keningnya. “Memang kenapa kalau kalian sama-sama dari China? Bukannya itu bagus?”
“Di China, teman dianggap seumuran, jadi tidak memanggil dengan kata hyung, beda lagi kalau di Korea. Lebih tua sehari saja kita harus memanggilnya hyung. Aku dan Luhan seumuran, hanya saja dia lebih tua 7 bulan dariku. Aku tidak memanggilnya hyung sejak awal, jadi… dia tidak menyukaiku sekarang.”
Youngra menggeleng pelan kepalanya. “Dasar rusa bodoh itu, hanya karena masalah sepele dia jadi membencimu. Andai aku menjadi kau, aku akan menghajarnya sampai wajahnya hancur, ish..”
Kris tersenyum mendengar balasan dari bibir gadis itu. Entah kenapa, semua yang dilakukan Youngra akan selalu terlihat lucu di matanya.
Bus berhenti di depan sebuah halte. Keduanya segera turun karena telah sampai di tempat tujuan. Mereka berjalan menyusuri trotoar memasuki gang yang cukup lebar untuk di lalui sebuah mobil, menuju kawasan apartemen tempat Youngra tinggal.
Tangan kiri Kris di masukkan ke dalam saku coat, sedang tangan kanannya dibiarkan menggantung di sisi tubuhnya. Mereka berjalan berdampingan, tak sengaja kedua tangan mereka saling bertabrakan. Youngra tak memerdulikannya, dia asyik melihat-lihat gambar abstrak di permukaan dinding yang mereka lewati. Lain lagi dengan Kris, yang merasakan jatungnya akan terus berdetak cepat saat kulit tangan mereka saling bersentuhan. Tanpa sadar, dia menangkap tangan mungil itu kemudian menggenggamnya.
Youngra bisa merasakan sebuah kehangatan yang menyelimuti tangan kirinya. Dia menoleh, melihat apa yang terjadi. Hal yang terjadi pada Kris, terjadi juga pada Youngra. Gadis itu merasakan jantungnya berdetak semakin cepat, menyesakkan namun menyenangkan. Dia mengangkat kepala, melihat arah pandang Kris yang lurus ke depan dengan senyum tipis di wajahnya. Dia tidak ingin melepaskan tautan ini, gadis itu menunduk untuk menyembunyikan semburat merah di pipinya.
Tak berapa lama, mereka sampai di depan pintu bernomor 301, inilah pintu yang menghubungkan koridor apartemen dengan tempat tinggal Youngra.
Kris belum melepaskan tautan itu, justru dia terdiam sambil memandangi nomor di pintu tersebut.
“Terima kasih, sudah mengantarku,” ucap Youngra yang sekejap membuat Kris menoleh.
“Ah, ne. Itu sudah kewajibanku. Masuklah.”
Pemuda itu melepaskan tautannya dari Youngra meski rasanya berat. Kehangatan masih terasa di permukaan kulit tangan Youngra.
“Keurae, aku masuk.”
Gadis itu menekan 7 digit password apartemennya sebelum terdengar bunyi unlock yang lembut. Dia langsung mendorong pintu dan melangkahkan kakinya masuk. Tapi, tubuhnya tiba-tiba berputar saat Kris menariknya. Mereka saling menatap untuk beberapa saat.
“Park Youngra.. maukah kau menjadi kekasihku?”
DEG!
Rasanya jantung Youngra berhenti berdetak saat itu juga. Dia terdiam masih dengan menatap manic mata Kris. Gadis itu menemukan sebuah pancaran rasa tulus dari mata elang itu. Selain itu, dia juga menemukan rasa lelah yang sangat berarti di mata tersebut. Youngra juga menyukainya, dia tidak bisa untuk tidak menerima.
Gadis itu mengangguk. Meski tanpa ucapan, jawaban itu sudah mewakili apa yang dibutuhkan Kris sekarang.
Pemuda itu tersenyum sambil melepaskan tautan diantara mereka. “Masuk dan istirahatlah. Ini sudah malam.”
Pipi Youngra memerah. Tanpa menjawab dia segera melangkah masuk kemudian menutup pintu pelan, suara lock pun terdengar.
Kris masih berdiri di sana sambil tersenyum. Setelah puas memandangi pintu itu, dia memutar tubuhnya untuk pergi. Namun matanya menemukan seorang namja China yang sedang berdiri mematung dengan kedua tangan terkepal kuat. Namja China itu adalah Luhan.
Mereka saling bertatapan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya Luhan membuang nafas sebelum berjalan melewatinya. Dengan kasarnya, pemuda itu menabrak sebagian tubuh Kris bagian kanan saat melewatinya. Dia masuk ke pintu di samping pintu Youngra, kemudian menutupnya dengan kasar. Yang bisa dilakukan Kris hanyalah diam, dia tidak ingin tersulut emosi hanya karena sikap Luhan ini.
^^
Esoknya, seperti biasa Youngra berangkat ke kampus di pagi hari. Baru saja keluar dari apartemennya, dia bertemu dengan Luhan. Saat ingin menyapanya, Luhan sudah berjalan mendahuluinya. Dengan terheran-heran, dia segera mengikuti kemana pemuda yang disering disebutnya Rusa itu pergi.
Dia berhenti berjalan saat Luhan berhenti di depan sebuah lift. Youngra berdehem sejenak sebelum berdiri di samping pemuda itu.
“Apa kemarin kau mencariku?”
Luhan tak menjawab, justru menyumbat kedua lubang telinganya dengan earphone. Youngra mengerutkan keningnya kesal. Dia menangkap pergelangan tangan Luhan yang akan mengambil ponsel dari saku celana, tapi tanpa diduga pemuda itu malah menepis tangannya.
TING!
Pintu lift terbuka. Youngra maupun Luhan bisa menemukan seorang pemuda yang berdiri di dalam, siapa lagi orangnya kalau bukan Kris.
“Eoh? Kris-sshi?”
Kris tersenyum pada Youngra. “Aku berencana menjemputmu, ppali, masuklah.”
Dengan degub jantung yang tak beraturan, Youngra melangkahkan kakinya memasuki lift. Dia berdiri di samping kiri Kris. Sedangkan Luhan, masih berdiri di tempatnya.
“Kau mau masuk tidak?” tanya Kris dengan salah satu alis terangkat.
Begitu pintu lift akan bergerak menutup, Luhan menahannya kemudian masuk, dia berdiri di samping kiri Youngra. Beberapa detik kemudian pintu lift tertutup sempurna kemudian bergerak turun.
Suasana sedikit canggung. Youngra berdiri di antara kedua pemuda yang.. err… mencintainya. Dia tidak tahu apa yang harus di lakukan, karena statusnya saat ini adalah kekasih Kris. Dia rasa Luhan belum mengetahuinya, jadi dia terlalu canggung untuk memulai percakapan dengan Kris.
Namun tiba-tiba, Kris merangkul pinggangnya hingga dia tertarik mendekat. Luhan segera membuang pandangan, sedang Youngra melebarkan matanya.
“Bagaimana tidurmu semalam, eum?”
Youngra menelan ludahnya sebelum menjawab, “tidurku nyenyak.”
Kris tersenyum simpul mendengarnya. “Baguslah. Ah, nanti maukah kau menemaniku ke Incheon? Aku harus menjemput adikku nanti. Kau bersedia?”
Youngra melirik Luhan melalui ekor matanya. Karena si rusa itu tak berekspresi apapun, Youngra akhirnya mengangguk.
TING!
Pintu lift baru saja terbuka saat Luhan mengayunkan kakinya segera meninggalkan kedua sejoli itu. Langkahnya terburu-buru, sampai-sampai dia menabrak seorang pekerja di apartemen ini. Tanpa meminta maaf, Luhan langsung menarik dirinya menuju parking area.
Begitu pun Kris. Pemuda itu membawanya menuju parking area karena dia membawa mobil. Rencananya dia akan pergi ke Incheon setelah jam kuliahnya dan jam kuliah Youngra berakhir. Dia takut mengendarai mobil sendiri karena sesuatu, jadi dia meminta Youngra untuk menemani.
Mobil audy hitam Luhan melaju dengan cukup kencang saat Youngra baru saja akan memasuki mobil Kris. Dia menatap kepergian mobil itu dengan sendu. Dia tahu apa yang dirasakan Luhan, tapi dia tidak bisa memutuskan hubungan dengan Kris begitu saja. Karena dia juga mencintai Kris.
^^
Usai jam kuliah, Youngra segera diboyong Kris ke Incheon. Memakan waktu sekitar 1 jam, akhirnya mereka sampai di bandara internasional Korea selatan itu. Pesawat dari Kanada baru saja sampai. Kris mengangkat kertas bertuliskan Krystal Wu tinggi-tinggi saat para penumpang pesawat dari Kanada memasuki area bandara. Sekian menit menunggu, tak berapa lama seorang gadis setinggi Youngra berlari mendekati keduanya.
“Oppa!” jeritnya seraya memeluk Kris erat.
“Kau masih tidak berubah, Krystal,” ucap pemuda itu sambil mengusap punggung adiknya.
“Ne, biar bagaimana pun aku adalah Krystal Wu, adik tercantik Kris Wu oppa,” balas Krystal sambil melepas kacamata hitamnya. Dia baru menyadari kehadiran Youngra di samping kakaknya.
“Ow? Siapa dia? Neon yeojachingu?”
Kris melirik Youngra sekilas sebelum mengangguk. Gadis berusia 17 tahun yang bernama Krystal Wu itu, tersenyum misterius sambil memukul pelan lengan kakaknya.
“Aish.. jadi sekarang statusmu bukan lagi Kris Wu single eoh? Aigoo.. oppa benar-benar memiliki selera tinggi..”
Youngra tersenyum malu mendengarnya.
“Annyeonghaseyo eonni, naneun Krystal Wu. Kau sudah tahu kan? Aku adik tercantik Kris oppa, nice to meet you.”
Youngra terkikik geli dengan sikap Krystal yang begitu percaya diri. “Eum, naneun Park Youngra, nice to meet you too.”
“Woah, bahasa inggrismu bagus, eonni. Kau benar-benar gadis yang sempurna untuk oppaku yang tampan ini,” puji Krystal seraya menggaet lengan Kris.
Sedangkan Kris menggelengkan kepalanya pelan. “Sudah bicaranya? Kaja kita pulang.”
Krystal mengerucutkan bibirnya. “Kau mengganggu acara temu tatap antara aku dengan eonni, oppa. Hoam… ah, tapi aku sudah lelah. Kaja.”
Tidak hanya Kris, Youngra juga menggelengkan kepalanya pelan. Mereka pun berjalan beriringan menuju mobil Kris terparkir. Krystal menggaet lengan Youngra menggunakan tangannya yang bebas. Dia tertawa gembira saat melihat ekspresi Kris dan Youngra yang sama-sama merona.
Di mobil, Krystal membiarkan Youngra duduk di kursi depan bersama Kris. Dia rela duduk di belakang karena tidak ingin mengganggu pasangan tersebut.
Perjalanan menuju Seoul, Krystal memilih untuk tidur. Dia terlalu lelah karena perjalanan udara dari Kanada ke Incheon membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dalam situasi seperti ini, meski mereka berada di dalam mobil bertiga, tapi rasa-rasanya mereka hanya berdua.
Kris melirik Youngra dari ekor matanya sebelum berdehem. Gadis itu menoleh.
“Krystal sepertinya menyukaimu. Tidak pernah aku melihatnya sesemangat itu sebelum bertemu denganmu. Setiap aku bersama teman perempuan, baru kali ini Krystal bersikap lain.”
Youngra tersenyum malu. “Aku sangat tersanjung jika Krystal benar menyukaiku.”
Kris tersenyum simpul seraya menurunkan kecepatan. Dia meraih tangan Youngra kemudian menggenggamnya erat.
“Bisakah kau selalu di sampingku setiap hari? Kita memang baru saling mengenal, tapi rasa cintaku padamu seperti sudah tumbuh sejak lama. Kau gadis pertama yang berhasil membuatku jatuh cinta. Ini bukan sebuah kata-kata manis atau rayuan palsu, ini tulus dari dalam hatiku.”
Perasaan Youngra tersentuh. Dia terharu mendengarnya. Dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya adalah gadis pertama yang membuat sosok pemuda seperti Kris jatuh cinta.
Selama perjalanan, Kris terus menggenggam tangannya. Sesekali dia melepasnya saat akan menambah kecepatan. Hingga satu jam berlalu, mobil bermerek Nissan itu berhenti di depan gedung apartemen.
“Mian, aku tidak bisa mengantarmu ke dalam. Si kecil itu sulit dibangunkan. Kau tak apa kan, masuk sendiri?”
Youngra tersenyum. “Gwaenchana, lagipula aku sudah besar. Hati-hati di jalan, ne? aku masuk dulu.”
Youngra baru saja melepas seltbelt saat tiba-tiba Kris menahan tangannya. Mereka saling menatap untuk beberapa saat sebelum Kris mendekatkan wajahnya.
1 detik…
2 detik…
3 detik…
Youngra pun dapat merasakan sentuhan lembut di keningnya. Dia tak yakin orang yang melakukan ini adalah Kris. Pemuda itu adalah orang pertama selain ayahnya yang mencium keningnya seperti ini.
Tak lama kemudian Kris menjauhkan wajahnya. Dia menatap gadis itu dengan senyum hangat nan tulus.
“Saranghae.”
“Nado.”
Setelah mengatakan itu, Youngra segera turun dan berjalan terburu-buru memasuki gedung apartemen. Apa yang dilakukannya itu justru membuat Kris tersenyum geli. Melihat punggung Youngra yang sudah menghilang, Kris meraba dada kirinya. Desiran itu kembali terasa membuat jantungnya semakin terasa nyeri.
“Oppa, gwaenchana?”
Kris menoleh dan mendapati kepala adiknya yang sudah berada di dekatnya. Dia bisa membohongi Youngra, tapi tidak dengan adiknya. Dengan lemah dia menggeleng.
“Keurae, biar aku yang menyetir.”
Mereka keluar bersamaan untuk bertukar posisi. Krystal duduk di kursi yang di tempati Kris tadi, sedangkan Kris memilih untuk berbaring di kursi belakang.
“Apa kau tidak mengatakannya pada eonni?”
Kris berusaha memejamkan matanya. “Ani.”
Jawaban itu membuat Krystal menghela nafasnya. “Keurae, lebih baik kita ke rumah sakit sekarang.”
Tanpa menunggu jawaban, Krystal segera mengendarai mobil ini menuju rumah sakit Seoul berada. Meski tinggal selama 4 tahun di Kanada, dia masih mengingat dengan baik letak rumah sakit di Seoul. Karena dulu, dia juga sering menemani kakaknya untuk check up di rumah sakit.
^^
TBC

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s