The Innocent Playgirl [Part 2]


innocent playgirl

Author : Park Dae Na
Title : The innocent Playgirl
Genre : Romance, Schoollife
Rating : Teen
Length : Chaptered
Casting : Yoon Ji Hyun (OC), Lee Soo Ye (OC/cameo), Kim Jong In a.k.a Kai (EXO K), Kim Jong Dae (EXO M), Wu Yi Fan a.k.a Kriss (EXO M), Byun Baek Hyun (EXO K), Oh Se Hoon (EXO K), Kim Joon Myeon (EXO K), Do Kyung Soo (EXO K) other cameo
Part 2 Flashback’s
Flash back 2 bulan lalu…
Pukul 3 sore sepulang les bahasa inggris…
“Jihyun-a..”

Jihyun pun menoleh dan menemukan seorang namja bertubuh sangat tinggi. Ia mengenal namja itu sebagai guru lesnya.
“nde, songsaengnim?”
“aniya.. jangan panggil aku seperti itu. Aku berbeda 3 tahun darimu, panggil saja Kris oppa.” Ujarnya.
Jihyun pun tersenyum. “nde, oppa. Ada apa?”
Kris pun tersenyum. Ia mengeluarkan sesuatu yang ia sembunyikan dibalik badannya, sebuah bunga tulip merah.
“jihyun-a… are you wanna be girlfriend?”
Jihyun menutup bibirnya yang menganga. Rasa terkejut dan senang bercampur menjadi satu. Namja yang begitu diidolakan ini, ternyata menembaknya.
“are you serious?” Tanya Jihyun memastikan.
“I’m so serious.” Jawab Kris penuh keyakinan.
Jihyun pun menggerakkan tangan kanannya menuju bunga tersebut. “i want, oppa..”
Kris tidak bisa menutupi rasa senangnya dan ia mengekspresikan dengan menutup wajahnya yang memerah. Beberapa detik kemudian…
“baiklah.. ini sudah sore. Pulanglah..” Kris pun berbalik dan berlari sambil berteriak senang.
Jihyun memandanginya sambil terus tersenyum geli.
~
Flashback 2 setengah bulan lalu…
Saat ia tengah asyik menyirami kebun belakang rumahnya, tiba-tiba saja sebuah pesawat kertas menabrak tubuhnya. Pesawat kertas itu mendarat ditanah dan ia segera memungutnya.
To : Yoon Ji Hyun
Ji hyun-a, are you wanna be girlfriend?

~OSH~
Jihyun mengerutkan keningnya. Ia pun mengangkat kepalanya untuk mencari siapa pemilik pesawat ini. Dan akhirnya suara dari sebuah pohon mengagetkannya.
“disini Jihyun-a!!”
Jihyun pun mendongak dan melihat sosok namja yang tengah duduk melambai diemperan rumah pohon. Jihyun mengerutkan keningnya sejenak sampai akhirnya ia mengingat siapa namja itu.
“Oh Sehun-sshi! Kau yang mengirim ini?” tanyanya sambil menggerak-gerakkan tangannya yang membawa sebuah kertas berwarna orange.
“nde! apa kau akan menerimanya?!”
“nde! aku menerimanya, oppa!” teriak Jihyun sembari tersenyum.
Sehun melambai. “SA-RANG-HAE! YOON-JI-HYUN!!”
Jihyun sedikit tersipu mendengarnya. “NADO SARANGHAE OPPA!”
~
Flashback 3 bulan lalu..
CUP~
Jihyun spontan menoleh dan mendapati seorang namja yang begitu tampan. Ia hanya bisa terdiam sambil mengelus pipinya yang barusan digunakan sebagai tempat pendaratan sentuhan hangat itu.
“Jihyun-a… tolong ijinkanlah aku menjagamu… ku mohon..”
Jihyun hanya sanggup menggerak-gerakkan kedua matanya menatap kedua mata namja itu.
“tidak masalah kau tidak menyukaiku.. tapi ku mohon, berikan aku kesempatan sekali saja untuk mencintaimu, Jihyun-a..”
Jihyun bimbang. Di ruang music yang sunyi ini, ia tidak mungkin menolak namja itu dengan alasan bahwa namja itu idol sekolah. Tapi.. sebenarnya ia juga memiliki rasa pada namja yang bername tag Kim Joon Myeon itu.
“Suho-sshi..” Jihyun selalu memanggilnya Suho.
“baiklah.. akan ku berikan kau kesempatan..”
~
Flashback 5 tahun lalu..
Jihyun ikut serta dalam graduation kelas 3. Ia sebagai murid kelas 2 dan menduduki jabatan ketua President School, jelas harus ikut andil dalam acara besar ini. Ia bersama kawan-kawan kelas 2 nya, sibuk mempersiapkan acara graduation ini 3 hari sebelum acara dimulai. Dan dihari kedua, pukul 12 siang, ia mendapat jatah istirahat selama 1 jam.
Ia begitu lelah sampai keringat sanggup membasahi seluruh tubuhnya. Ia memilih pergi ke secretariat untuk mendinginkan badan dan memakan bekalnya.
CKREK!
BLAM!
Jihyun sedikit terkejut saat sosok namja kelas senior ada disana. Namja itu tengah belajar sepertinya, karena ia memegang sebuah pensil dan disekitarnya terdapat beberapa tumpukkan buku tebal.
Jihyun mengenal benar siapa namja yang sekilas mendongak padanya. Namja itu sebelumnya adalah ketua President School. Jadi, saat pelatihan anggota dan pengurus President School, Jihyun selalu berurusan dengan namja itu.
Jihyun tidak menyapa atau semacamnya. Ia berjalan begitu saja mendekati sebuah kursi tepat dibawah sebuah AC. Ia pun meraih remote pengontrol AC dan memilih suhunya.
Setelah ia rasa cukup, ia pun melipat kedua tangannya diatas perut dan mata terpejam.
Baru beberapa menit, ia sudah terganggu dengan suara batuk namja itu. Ia segera membuka matanya dan bersiap mengomel. Namun..
Jihyun segera berlari menghampiri namja itu. Ia benar-benar panic sekarang. Namja itu menggigil hebat disertai dengan batuk dan wajah yang pucat pasi.
“Baekhyun sunbae, wae? Kau sakit?” Jihyun segera mengambil jas namja itu yang tergeletak diatas meja dan langsung membalutnya pada tubuh Baekhyun.
“jebal… matikan AC nya.. uhuk!” ujar Baekhyun lirih.
Jihyun bisa mendengarnya, ia segera berlari meraih remote pengontrol dan langsung menekan tombol off.
Batuk Baekhyun perlahan mulai menghilang, meskipun masih terdengar batuk-batuk kecil, tapi tidak sesering tadi.
Jihyun kembali menghampiri Baekhyun. “Byun Baek Hyun sunbae… kau sudah baik-baik saja?”
Baekhyun pun menegakkan tubuhnya. Wajahnya masih terlihat pucat dengan bibir membiru.
“nde, lumayan baik.”
Jihyun menghela nafas lega. Ia pun bangkit dan berjalan mendekati sebuah dispenser. Ia mengambil segelas air hangat lalu ia kembali mendekati Baekhyun.
“minumlah, sunbae.” Ujarnya saat ia menyodorkan gelas plastic tersebut.
Baekhyun menerimanya dan meneguknya perlahan. Sementara Jihyun menarik sebuah kursi dan duduk disamping Baekhyun dengan badan menghadap namja tersebut.
“kau punya penyakit tertentu, sunbae?” tanyanya begitu Baekhyun meletakkan gelas plastic diatas meja.
Baekhyun terdiam dan mengambil nafas. “tidak ada. Aku hanya tidak bisa beradaptasi dengan suhu dingin.”
Jihyun menepuk jidatnya. “jeongmal mianhae, sunbae..”
Baekhyun pun menoleh sambil tersenyum. Senyumnya sangat manis, tapi tetap saja terlihat pucat. “gwaenchana, yang penting aku masih hidup.”
“tapi tetap saja aku minta maaf, sunbae. Seharusnya kau mengatakannya tadi. Aku benar-benar merasa bersalah. Jeongmal mianhae..”
Baekhyun lagi-lagi tersenyum. “gwaenchana, Jihyun-a.. kau tidak bersalah. Aku baik-baik saja…”
Jihyun pun menunduk. “aku bersalah, Baekhyun sunbae. Sebentar lagi kau akan mengikuti acara graduation, kondisi tubuhmu harus baik, tapi.. aku..”
“sudahlah, kau seperti memaksaku untuk tidak memaafkanmu.” Potong Baekhyun sambil terkekeh ringan.
“hm… baiklah. Mianhae..” Jihyun meletakkan kepalanya diatas meja.
“kau kemari untuk apa? Kalau boleh kutebak, kau pasti ingin makan, keurae?”
Jihyun pun terpejam. “kau bisa membaca pikiranku, nde? aku memang ingin makan. Tapi karna ada dirimu, aku jadi tidak nafsu makan.”
“wae? Aku malah menunggumu disini.”
Jihyun pun membuka matanya sambil menatap Baekhyun aneh. “barusan kau bilang apa, sunbae?”
“aku menunggumu disini untuk makan. Kau lupa saat kau ku training dulu? Bukankah kita makan bersama? Sudah hampir setahun aku tidak bertemu dan makan denganmu.” Ujar Baekhyun sambil tersenyum.
Jihyun pun menegapkan tubuhnya. “memalukan sekali saat mengingat waktu itu.”
Baekhyun pun tertawa terbahak-bahak. “sudahlah, jangan diingat lagi. Aku hanya bercanda.”
Jihyun pun berdecak dan bangkit. “aku akan ambil bekalku dulu.”
Baekhyun hanya mengangguk dan membiarkan Jihyun pergi.
2 hari kemudian..
Byun Baekhyun mendapat kesempatan untuk berbicara dipanggung. Jihyun yang melihat dari balik panggung, bereaksi sangat bangga pada Baekhyun yang meraih penghargaan lulusan terbaik.
“pertama-tama, saya sangat bangga menerima penghargaan ini. Saya sangat berterima kasih kepada eomma yang telah menyuport saya untuk tetap belajar sampai saya mendapat title lulusan terbaik. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang menyemangati saya. Dan. Ada yang saya ingin ungkapkan disini. Ini menyangkut perasaan pribadi saya…”
Suasana ruang aula menjadi hening tatkala Baekhyun menghentikan ucapannya dan mengambil nafas sejenak.
“saya sangat mencintai dia sejak dia menjadi murid disini..”
Suasana berubah gaduh saat Baekhyun mengatakan kalimat itu. Para murid terlihat sibuk bertanya dengan kawan-kawannya mengenai orang yang dimaksud Baekhyun.
“saya sangat ingin mengatakan ini dari awal. Tapi… saya rasa itu bukan waktunya. Jadi saya putuskan untuk menundanya..” Baekhyun mengambil nafas lagi lalu membuangnya.
“semakin lama untuk memendam rasa, perasaan itu semakin membuat jantung saya sesak. Saya sangat ingin mengatakan ini, dan… inilah waktunya..” Baekhyun menunduk sejenak sambil mengepalkan tangan kirinya karena keringat dingin mengucur dari tubuhnya.
Jihyun yang berada dibalik panggung, sedikit menahan perasaan kecewa saat mendengar Baekhyun mencintai seseorang. Tapi dia benar-benar penasaran, siapa yeoja yang dimaksud Baekhyun.
“dia cinta pertamaku, aku akan memiliki yeoja chingu untuk yang pertama kali hari ini, dan inilah tantanganku yang sebenarnya. Aku akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikanku. Dan tanpa berdosa aku akan meninggalkannya, berharap dia menungguku dan aku akan kembali padanya…”
Seisi ruangan termasuk yang dibelakang panggung, berusaha menahan tangis haru mereka saat mengetahui apa yang dikatakan Baekhyun.
“jeongmal saranghaeyo… Yoon Ji Hyun… are you wanna be my girlfriend?” Baekhyun langsung menundukkan kepalanya tanpa memedulikan apayang terjadi.
Jihyun yang ada dibalik panggung, hanya bisa mengerjapkan kedua matanya saat semua kru disana menoleh padanya. Semuanya benar-benar tidak bisa mempercayainya. Cinta pertama Baekhyun, mendarat dihati seorang yeoja cantik nan tomboy bernama Yoon Ji Hyun.
Kawan-kawan Jihyun pun segera menarik Jihyun dan mendorong yeoja itu untuk berjalan mendekati Baekhyun.
Jihyun terlihat ragu-ragu saat mengambil langkah. Ia berjalan sambil menunduk saat semua orang memerhatikannya dan Baekhyun menoleh padanya. Jihyun mengepalkan tangannya yang terus saja mengeluarkan keringat dingin. Ia berhenti dua langkah dihadapan Baekhyun. Sementara Baekhyun masih menatapnya, menunggu jawaban.
“haruskah aku menjawabnya sekarang?” tanyanya yang masih saja menunduk.
Baekhyun pun turun dari podium, dan jarak mereka sekarang hanya tersisa satu langkah. “katakanlah..” ujarnya tegas.
“mianhae Baekhyun sunbae..”
Baekhyun hanya menghela nafas sambil menunduk pula. Ditangan kanannya terdapat sebuket bunga lili yang tadi diberikan oleh kepala sekolah sebagai hadiah ringan untuknya.
“gwaenchana.. aku sudah tau jika…”
“aku mencintaimu juga Byun Baek Hyun sunbae..”
Baekhyun segera mengangkat sedikit kepalanya. Ia tidak mengatakan apapun tapi tatapannya mengatakan, ulangi sekali lagi..
Jihyun pun memberanikan dirinya untuk mendongak, tubuh Baekhyun lebih tinggi darinya. “jeongmal saranghae… sunbae..”
Baekhyun kembali terdiam tanpa kata. Sehingga Jihyun menghela nafas dan mengarahkan tatapannya lurus, ke nama dada baekhyun.
Detik selanjutnya, Baekhyun tersenyum. Ia pun perlahan mengangkat tangan kanannya dan langsung menyodorkan sebuket bunga itu.
“berjanjilah untuk menungguku..”
Jihyun kembali mendongak, setelah itu ia memperhatikan bunga tersebut. Perlahan tapi pasti, tangannya berusaha meraih sebuket bunga lili putih itu. Namun tanpa ia kira sebelumnya, Baekhyun malah menarik tangannya dan membawanya kesebuah pelukan hangat.
“aku berjanji padamu, aku akan kembali. Berjanjilah padaku, kau akan menungguku…” ujar Baekhyun sembari mengecup lembut kening Jihyun.
Sementara Jihyun tersenyum, “aku berjanji, oppa..”
Suasana ruangan benar-benar terbawa arus kisah romantic itu. Para yeoja banyak yang menangis haru karnanya, sementara para namja hanya bertepuk tangan ria dengan mata berkaca-kaca.
Seusai acara selesai, Baekhyun meminta eommanya untuk memotret dirinya dengan Jihyun sebagai kenang-kenangan terakhir.
“berpose yang serasi ya.. hana ttul seis!”
CKRIK!
Tepat blitz itu berbarengan dengan Baekhyun menci*m pipi kanan Jihyun. Sementara Jihyun sendiri terkejut setelah hasil potretan keluar. Sementara itu ibu Baekhyun terkekeh gemas melihat Jihyun mengomeli Baekhyun, namun ibu Baekhyun tetap melanjutkan aktivitasnya memotret setiap gerakkan mereka, sampai akhirnya Baekhyun meredam omelan Jihyun dengan memeluk Yeoja tersebut.
CKRIK!
“omona!! Kalian seperti baru menikah saja..” goda ibu Baekhyun setelah Jihyun mendorong tubuh Baekhyun menjauhinya.
Baekhyun terkekeh melihat yeojanya tersipu malu oleh ucapan ibunya. Ia mengacak-acak rambut Jihyun sambil mengucapkan, “kau akan menjadi nyonya Byun nantinya..”
Jihyun menoleh dan langsung memukul pelan pundak Baekhyun. “kau ini sudah berpikir terlalu jauh..”
“Saranghae, chagiya..”
Flashback all End..
~
TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s