The Innocent Playgirl [Part 1]


innocent playgirl

Author : Park Dae Na
Title : The innocent Playgirl
Genre : Romance, Schoollife
Rating : Teen
Length : Chaptered
Casting : Yoon Ji Hyun (OC), Lee Soo Ye (OC/cameo), Kim Jong In a.k.a Kai (EXO K), Kim Jong Dae (EXO M), Wu Yi Fan a.k.a Kriss (EXO M), Byun Baek Hyun (EXO K), Oh Se Hoon (EXO K), Kim Joon Myeon (EXO K), Do Kyung Soo (EXO K) other cameo

Part 1 The Girl
Manager Hwang hanya bisa terdiam mendengar penjelasan nyonya Yoon. Ia baru menyadari, bahwa Jihyun seperti itu sejak lahir. Manager Hwang memandangi Jihyun yang tengah duduk dihadapan mereka sambil membaca sebuah buku komik, sesekali yeoja berambut hitam panjang itu tersenyum geli.

“tapi bakatnya dalam bidang fotografer sangat baik. Jika anda mengijinkannya, saya akan membawa dia untuk tinggal satu tempat dengan artis baru kami.”
Ibu Jihyun berpikir sejenak sambil memandangi anaknya. “saya sedikit khawatir dengan keadaannya. Tapi.. saya tentu tidak akan membiarkan mimpi Jihyun hilang begitu saja. Baiklah, saya mengijinkannya.”
“anda jangan khawatir. Jihyun dan artis kami akan dijaga oleh bodyguard dan akan dibantu oleh 2 orang pembantu. Dan, perusahaan akan membiayai kebutuhan mereka.”
Ibu Jihyun menoleh pada manager Hwang sambil tersenyum haru. “kamsahammida. Saya pun berharap, kalau Jihyun sembuh dengan cepat.”
Manager Hwang hanya mengangguk-angguk sambil memperhatikan Jihyun.
~~
Esok harinya…
Dihari libur sekolah, hari ini Jihyun resmi pindah kesebuah rumah yang cukup elit yang berada jauh dari kota. Rumah ini sangat besar jika hanya dihuni oleh 2 orang, tapi, disinilah dia dan idol itu tinggal.
Manager Hwang menggiringnya memasuki bangunan tersebut.
CKREK!
Seorang namja yang rambutnya masih acak-acakkan dan baru saja keluar dari sebuah ruangan, terlihat terkejut begitu mendapati seorang yeoja asing berada dibelakang managernya. Ia menggaruk kepalanya kesal lalu berjalan mendekati keduanya.
“siapa dia?” tanyanya ketus.
Jihyun hanya memandanginya dengan polos sementara manager Hwang menghela nafas.
“bersikaplah sopan. Dia ini fotografer pribadimu.”
Ucapan manager Hwang sontak membuat namja itu terkejut. Lalu setelah itu ia tersenyum kecut saat melihat ekspresi polos Jihyun.
“jinjja! Yang seperti ini kau sebut sebagai fotografer pribadiku?! Aish!!” namja berkulit gelap itu semakin mengacak-acak rambutnya.
“dia akan tinggal bersamamu disini.”
Namja itupun terdiam. Lalu… “MWO??!!!”
Manager Hwang menghela nafas lalu berjalan melewati namja itu. “Jihyun-sshi, ikuti aku, akan kutunjukkan ruanganmu.”
Jihyun menurut dan ia pun berjalan mengikuti manager Hwang sembari menundukkan pandangan saat ia berjalan melewati namja itu.
~
Siang harinya…
Mungkin karena bosan, akhirnya Jihyun pun keluar dari kamarnya sambil membawa kameranya. Ia berjalan mengelilingi rumah itu sambil melihat-lihat semua yang tertempel didinding dan beberapa furniture. Ia pun mengangkat kameranya dan..
CKRIK!
Ia pun tersenyum puas saat melihat hasil potretannya. Sangat bernilai seni dan mengagumkan. Ia pun kembali berjalan mencari objek lain.
Kesibukkannya itu sampai tidak menyadari keberadaan Kim Jong In, atau yang sering dipanggil Kai, yang memperhatikannya dari tangga.
Disaat Jihyun melihat sebuah foto yang terdapat dua orang namja, Jihyun penasaran dan ingin melihatnya dari dekat.
“sonul taejimasito!”
Jihyun pun terkejut dan berbalik. Ia melihat Kai yang sudah berdiri 2 langkah dibelakangnya.
“mianhae, jeongmal mianhae.”
Kai berdecak kesal. Ia pun mengambil pigura itu dan membawanya ke kamarnya yang tidak jauh dari sana.
Jihyun hanya memandangi namja itu sambil terdiam.
~~
Esok harinya…
Sesampainya di sekolahnya, yang jelas berbeda dari sekolah Kai, Jihyun pun dihadang oleh seorang namja berkacamata. Namja itu jika dilihat dari dekat memang tampan dan dia terkenal akan suara tingginya.
Namja itu langsung merangkul pundaknya sambil berjalan menyusuri halaman depan sekolah.
Jihyun terkejut dan ia mendorong agak kuat namja itu untuk menjauhinya.
Namja tersebut kebingungan. Namun begitu, ia pun kembali mendekati Jihyun.
“Jihyun-a? wae?”
“nuguyeyo?”
“aku namjachingumu… Jongdae.” Namja itu menunjuk dirinya dengan sedikit perasaan sakit.
Jihyun membelalakkan kedua matanya saat mendengar jawaban namja tersebut.
“namjachingu? Jongdae?? Ah… Kim Jongdae oppa.” Seru Jihyun tiba-tiba. Ia pun tersenyum innocent.
Jongdae menghela nafas sambil tersenyum lega. Ia pun meraih tangan Jihyun dan memegangnya.
“jadi benar, kau punya penyakit lupa. Hm.. ayo masuk.” Jongdae menarik tangan yeoja itu untuk mengikutinya berjalan ke gedung sekolah.
~
Istirahat sekolah, Jihyun seperti biasa berjalan menuju taman belakang sekolah. Ia selalu membawa kamera digitalnya. Dan sepertinya ia akan mengambil gambar lagi.
Namun seseorang mengagetkannya.
“Jihyun-a..”
Jihyun pun menoleh. Seperti yang ia biasa lakukan, matanya menyipit untuk mengingat siapa namja yang tersenyum sambil menghampirinya itu.
“Kim Jong dae.” Ujar namja itu cepat begitu tau arti tatapan Jihyun.
Jihyun pun teringat dan ia tersenyum. “annyeong, Jongdae oppa..”
“kau akan kemana?” Tanya Jongdae tanpa berniat menjawab sapaan Jihyun.
“take a picture. Kau sendiri, oppa?” jawab Jihyun sambil menggerakkan kameranya.
“mencarimu. Ingin ku temani?”
“keurae.” Jawab Jihyun senang.
Jongdae pun tersenyum.
“kajja!” Jihyun segera menarik tangannya untuk beranjak.
Taman sekolah…
Mereka duduk berdampingan disebuah kursi taman. Jihyun tengah asyik melihat hasil potretannya. Sementara Jongdae, sibuk melihat wajah Jihyun yang begitu memesonanya. Entah karena dorongan apa, Jongdae mendekatkan wajahnya pada wajah Jihyun. Dan dengan refleknya, Jihyun spontan menampar wajah Jongdae.
PLAK!!
Seperti tidak menyadari sikapnya tadi, Jihyun menutup mulutnya yang menganga.
“aigoo… mianhae, oppa..” Jihyun pun mengelus pipi Jongdae yang mulai memerah karnanya.
“ssssh, gwaenchana.” Jongdae terlihat sedikit malu saat Jihyun berhasil menampar pipinya tadi. Ia menjauhkan posisi duduknya dari Jihyun.
“mianhae, habisnya kau seperti akan melakukan sesuatu padaku. Memang ada apa?” Tanya Jihyun dengan polosnya.
Jongdae seketika bangkit. “bukan apa-apa. Aku pergi dulu, nde?” ia pun segera berlari pergi.
Jihyun memandanginya dengan bertanya-tanya. Tapi ia memang bukan yeoja yang mudah memedulikan orang lain. Ia mengangkat bahunya lalu kembali sibuk dengan aktivitasnya.
~~
Sepulang sekolah, Jihyun melupakan satu hal. Dia tidak menunggu kedatangan Kai untuk menjemputnya. Ia berjalan sendirian menyusuri pinggir jalan menuju rumahnya. Baru beberapa meter dari sekolah, ia dihadang oleh seorang namja yang membawa sebuah bunga. Namja itu berasal dari sekolah yang berada disamping sekolahnya.
Jihyun menyipitkan kedua matanya.
“nuguyeyo?”
Namja itu tersenyum sambil menyodorkan bunga ditangannya. “I’am your boyfriend. Do Kyungsoo..”
Jihyun mengedipkan kedua matanya, detik berikutnya barulah ia tersenyum. “ah… Kyungsoo-ya.. um.. kamsahammida.” Ia mengambil sebuket mawar putih dari tangan namja bermata bulat dihadapannya.
“cheonma.. ah, mau ku antar pulang?” tawarnya sambil menggaruk tengkuknya.
“ah.. aniyo. Aku ingin jalan-jalan dulu. Kau pulanglah, oppa.”
“hm, baiklah. Lagipula aku masih ada les. Hati-hati dijalan, nde.” Kyungsoo pun melambai sambil berlari pergi.
Jihyun balas melambai. Setelah Kyungsoo tidak lagi menoleh padanya, ia pun menghirup bau wangi dari mawar-mawar putih itu.
“um… harum sekali..” gumamnya.
Setelah itu ia pun beranjak pergi.
~
Pukul 4 sore…
Kai sudah 2 kali mengitari sekolah Jihyun. Namun ia sama sekali tidak menemukan batang hidung yeoja tersebut.
“omo!! Dimana dia?!!” ia mengacak-acak rambutnya sebal. Saking kesalnya, ia membanting helm yang sejak tadi berada digenggamannya.
“kalau saja dia bukan yeoja, sudah kuhajar dia!” umpat Kai yang kali ini benar-benar marah.
Dalam waktu yang sama, seorang yeoja menghampirinya.
“annyeonghaseyo… apa ada yang kau cari disini?” Tanya yeoja itu dari belakang tubuh Kai. Kai pun menoleh dan sedikit terkejut.
“aish! Kau mengejutkanku.”
Yeoja itu hanya memperhatikannya dengan diam.
“kau kenal Jihyun? Dimana dia?” Tanya Kai to the point.
“Jihyun? Jihyun siapa? Disini ada banyak Jihyun.”
Kai menepuk jidatnya sambil mendesis. “baboya, Kim Jong In..” gumamnya.
Yeoja itu mengerutkan keningnya.
“aku tidak tau siapa marga yeoja itu. Yang ku tahu, manager memanggilnya Jihyun dan dia fotografer pribadiku. Aish! Kenapa harus serumit ini?!” Kai semakin kesal dan ia mengacak-acak rambut yang telah ia rapikan tadi.
“hm? Kau bilang, fotografer?? Ah! Yoon Jihyun?!”
Kai spontan menoleh. “kau mengenalnya?”
“nde. dia sejak jam 2 tadi sudah pulang. Dia berjalan kaki.” Jawab yeoja itu yang sedikit menyakinkan Kai.
“mwo?! kenapa dia tidak menungguku, ha?!” Kai membentak yeoja yang sangat tidak bersalah itu.
“ya~! Kenapa kau membentakku. Aku hanya mengatakan yang sesungguhnya.” Yeoja itu terlihat mulai kesal.
Kai melirik nama dada yeoja tersebut. Ia pun menyeringai. Tapi setelah itu ia kembali memperhatikan face yeoja manis itu.
“katakan, dimana rumahnya?”
“500 meter kearah sana.” Yeoja itu menunjuk arah kanan dengan tangan kirinya. Kai memutar wajahnya dan melihat sekilas jalanan disana. Setelah itu ia kembali memandangi wajah dihadapannya.
“kau tidak berbohong?”
Yeoja itu mendesis dan bereaksi seperti ingin menerkam Kai. Namun Kai malah terkekeh dan mengambil lalu memakai helmnya.
“arraseo, nona bernama aneh.” Kai terkekeh lagi, ia pun menaiki sepedanya dan beranjak pergi.
Yeoja tersebut shock mendengar sebutan Kai untuknya. “mwo?! ya~! Namaku Lee Sooye! Neo! Stop!!!”
Kai tidak mengindahkan teriakkan yeoja itu. Ia masih tetap melajukan sepedanya kearah rumah Jihyun.
~~
Nyonya Yoon terkejut saat mendapati Jihyun adalah orang yang memencet bel. Bukan karena Jihyun memencet bel, tetapi keberadaan Jihyunlah yang membuatnya terkejut.
Jihyun tersenyum pada ibunya. “eomma..”
“jihyun-a.. kenapa kau ada disini?” Tanya ibunya dengan ekspresi bingung.
Jihyun mengerutkan keningnya. “ini rumah Jihyun juga eomma.”
Ibu Jihyun menghela nafas sambil menarik anaknya masuk. “kau lupa jika kau bekerja sebagai fotografer?”
Jihyun mengerutkan keningnya. “aku hanya menyukai dunia fotografi eomma, aku tidak bekerja sebagai fotografer.”
Ibu Jihyun mengelus lembut rambut anaknya lalu mencium poni anaknya dengan penuh rasa sayang. “kau terlalu memikirkan Baekhyun.. dia tidak akan kembali padamu..”
Air muka Jihyun terlihat berubah. Ia berubah sedih. “eomma, tolong jangan berkata seperti itu lagi.. Baekhyun oppa pasti akan kembali padaku..”
Ibu Jihyun belum berhenti mengelus rambut hitam anak yeojanya. “sudah 5 tahun dia tidak kembali dan mengabarimu.. eomma hanya tidak yakin dia akan kembali.”
Jihyun pun menunduk. Tak berapa lama, suara sepeda motor mengagetkannya. Sosok namja turun dari motor itu dan berjalan mendekat.
“annyeonghaseyo.. Kim Jong In immida.. anda bisa memanggil saya, Kai, ahjumma.”
Sapa namja itu sambil membungkuk 90 derajat.
“ada perlu apa kemari?” Tanya ibu Jihyun ramah.
“saya ingin menjemput Yoon Ji Hyun.”
Ibu Jihyun mengerutkan keningnya. “kau, idol yang dimaksud manager Hwang?”
“nde. apa saya diijinkan untuk membawanya?”
Ibu Jihyun menoleh pada Jihyun yang terlihat kebingungan dengan keberadaan Kai. “sebelumnya maafkan sikapnya. Dia ini terlalu banyak berpikir sehingga ia gampang lupa. Baiklah, bawalah dia. Tolong jaga dia juga..”
Jihyun sontak menoleh pada ibunya. ” eomma? Siapa dia? Kenapa eomma berkata begitu??”
“kau tinggal dengannya sekarang, Jihyun-a.”
“tapi aku tidak kenal dia..” jawab Jihyun yang mulai ketakutan.
“dia namja yang baik, Jihyun-a. kau mengenalnya kemarin. Coba tatap matanya..”
Jihyun pun menoleh pada Kai dan saat itu juga Kai menatapnya. Mereka saling bertatapan lumayan lama, sampai akhirnya ingatan Jihyun muncul.
“Kai? Neo, Kai? Idol?” Jihyun menyebutkan apa yang ia ingat.
“nde, dia Kai dan dia idol. Sekarang, kau ikutlah dengannya.” Ibu Jihyun sedikit mendorong Jihyun untuk mendekati Kai. Dan tanpa diminta, Kai tiba-tiba saja meraih pergelangan tangan Jihyun dan membawanya keluar.
“bagaimana bisa kau melupakanku?” Tanya Kai saat mereka berjalan menghampiri sebuah motor berwarna merah.
Pertanyaan itu membuat Jihyun spontan mengingat semua hal. Dia berhenti tiba-tiba dan berdiri mematung. Kai pun menoleh. “wae?”
“kau mengucapkan kata yang sama yang mereka semua ucapkan. Aku benar-benar sanggup melupakan kalian secepat ini, tapi ingatanku pada dia, tidak akan pernah hilang..”
Kai mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Jihyun. “kau bicara apa? Mereka siapa? Dia siapa?”
Jihyun menggeleng kecil lalu menoleh pada Kai. “bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa..”
~~
TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s