MIRACLE in DECEMBER


MID

Author : Park Dae Na

Title : Miracle In December

Genre : Romance

Rating : T

Length : One Shoot

Casting : Byun Baekhyun (EXO), Kim Daena (OC)

Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini
Cintamu senantiasa mengubahku

 

Awal Desember 2012

Baekhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket. Dinginnya musim salju di bulan Desember, sanggup membuatnya menggigil. Kalau bukan karena permintaan yeojanya, ia pasti sudah berada dibawah dua selimut sambil meminum coklat panas.

“oppa ne..”

Baekhyun pun menoleh. Ia tersenyum saat melihat yeojanya datang.

“Daena-ya..”

Yeoja itupun duduk disamping Baekhyun. “mianhae, kau sudah menunggu lama tentunya. Kau pasti kedinginan.”

Baekhyun tersenyum sembari mengelus rambut Daena. “tidak juga. Kalau aku kedinginan sudah pasti aku lari dari sini.”

Daena meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya dengan kedua tangannya. “mianhae.. tanganmu dingin sekali.”

Baekhyun menghela nafas. Ia merekatkan jari-jari tangannya pada jari-jari tangan Daena. “sudah jarang kita bertemu seperti ini. Apa sekolahmu menyenangkan?”

“nde.. tapi tanpamu, rasanya hatiku hampa di sekolah itu.” Jawab Daena sambil memperhatikan tangan mereka.

Baekhyun lagi-lagi menghela nafas. “mian, aku tidak bisa disampingmu lagi..”

Daena tersenyum. “gwaenchana. Bertemu denganmu sekali saja, aku sudah senang.”

Baekhyun pun menoleh. “kenapa kau duduk sangat jauh dariku? Mendekatlah, tanganku pegal.”

Daena juga menoleh. “aku hanya tidak ingin ada teman sekolahku yang melihat kita. Begini saja lebih baik.”

Baekhyun mengeratkan genggamannya. “ada apa sebenarnya dengan dirimu?”

Daena tersenyum. “hanya tidak ingin kau di bully lagi.”

Baekhyun mengalihkan pandangannya. “jangan pedulikan aku lagi, karna aku rasa kau lebih mengasihani aku, bukan menghawatirkanku.”

Daena menatap Baekhyun dengan tatapan sedih. “wae? Kenapa kau berbicara seperti itu? Apa aku salah bicara?”

Baekhyun pun menoleh. “nde! kau salah berbicara! Aku ini sudah dewasa tapi kau menghawatirkanku seperti anak kecil! Kau sadar tidak selama ini kau itu mengasihaniku!”

Kedua mata Daena berkaca-kaca, hidungnya memerah. Ia mengalihkan pandangan kedepan sambil sesegukkan dan menghapus air matanya. “baiklah, aku salah. Mianhae.”

Baekhyun menarik tangannya. Ia mengalihkan pandangan sejenak lalu bangkit. “pulanglah, disini dingin.” Namja itupun beranjak pergi meninggalkan Daena. Sementara Daena sendiri hanya diam melihat punggung namja itu menjauh.

“saranghae, Baekhyun-ah..” Daena langsung menundukkan kepalanya dan menangis.

Byun baekhyun

Aku benar-benar tidak suka jika ia mengungkit masa lalu. Kesannya malah dia mengasihaniku, bukan menghawatirkanku. Apakah ia sadar kalau aku itu namjanya? Tentu aku lebih dewasa darinya. Tapi dia malah menganggapku seperti adiknya.

Sebenarnya aku tidak tega membentaknya tadi. Aku tau aku pasti menyakiti hatinya. Mencintai dia selama 2 tahun, itu sangat tidak mudah. Karena semua pasti tau, kalau dia adalah anak pemilik sekolah. Maka dari itu, sangatlah wajar kalau aku sering sekali dibully oleh para namja.

Dulu, sebelum aku pindah ke sekolahku sekarang, aku sangat bersabar dengan bullyan itu. Karena aku pikir itu adalah tantangan dalam sebuah cinta. Tapi, eomma dan appaku menyadarinya, sehingga aku dipaksa pindah sekolah daripada menerima siksaan itu. Terasa sangat berat karena aku harus meninggalkan Daena sendiri di sekolah itu, tapi apa yang mau dikata lagi, aku lebih memilih keluargaku.

Aku berhenti berjalan. Mengambil nafas sejenak lalu membuangnya cepat, setelah itu berbalik. Aku melihat yeojaku tengah berjalan mendekati jalan raya. Aku mulai khawatir, benar-benar khawatir, ia menyebrang tanpa mengangkat kepalanya. Ia tidak melihat jika tanda untuk pejalan kaki menyebrang beberapa detik lagi akan berganti dengan tanda kendaraan melaju. Namun sekujur tubuhku terasa kaku, aku tidak bisa bergerak untuk menghampirinya.

TING! Tanda itu sudah berganti dengan gambar mobil. Tanpa banyak berpikir lagi, aku segera berlari.

Tapi…

CKIIIT! BRUAK!

“ANDWAE!!!!!!!”

~

Baekhyun tetap berlari menghampiri yeoja yang tergeletak ditengah jalan dengan kening yang mengeluarkan darah. Begitu berada dihadapan yeoja itu, Baekhyun berlutut dan mengangkat tubuh yeoja itu untuk bersandar padanya.

“chagi.. ireona..”

Daena perlahan membuka matanya. Ia tersenyum melihat siapa orang yang ia sandari.

“oppa ne..”

Baekhyun tersenyum dengan wajah yang basah dengan air mata. “nde, chagi..”

Daena pun mengangkat tangannya. “mianhae..” ia mengelus pipi Baekhyun dengan tangannya yang sedikit bergetar.

“ani ani. Aku yang harusnya minta maaf, chagi..” ujar Baekhyun sambil menggenggam tangan Daena yang menyentuh pipinya.

“wae? Kau tidak salah. Kau benar, aku mengasihanimu..” ujar Daena dengan suara lirih. Dari senyuman eye smile Daena, matanya mengeluarkan sebulir air mata yang mengalir menyusuri wajahnya.

Baekhyun tidak bisa berkata apapun. Tangisnya membludak begitu saja, sehingga ia memilih untuk diam sambil menempelkan keningnya pada kepala belakang Daena.

“Baekhyun.. saranghae.. jangan lupakan aku.”

Baekhyun mengangkat kepalanya. Ia melihat senyum Daena dan ia juga melihat jika yeoja itu perlahan memejamkan mata.

“andwae chagi.. andwae.. kau tidak boleh meninggalkanku sekarang..”

“mian oppa, aku lelah..” ujar Daena dengan mata terpejam dan ia pun mengambil nafas sejenak, lalu menghembuskan perlahan, seiring dengan hilangnya nyawanya.

“chagi?? Chagi?! Ireona!! Ireona….” Baekhyun memeluk tubuh kecil itu, ia mencium puncak kepala yeoja yang sudah tak bernyawa itu dengan perasaan kehilangan. Ia kehilangan Daena untuk selamanya.

“mianhae chagi… aku bukan namja yang baik untukmu.. aku hanya bisa menangis sekarang..”

Sekuat tenaga, Baekhyun mengangkat tubuh yang lebih mungil darinya itu menjauhi jalan raya. Masih dengan menangis, yeoja yang ada dipunggungnya tersebut ia bawa pergi ke rumah keluarga Kim, keluarga Kim Daena.

Baekhyun mengusap air matanya. “mianhae… aku terlalu egois selama ini… mianhae… aku tidak mengerti perasaanmu..”

Sesampainya disebuah rumah di kompleks perumahan..

TING TONG!

CKREK!

Seorang namja berumur sekitar 13 tahun, telah berada dihadapan Baekhyun. Namja itu terkejut melihat Baekhyun dan nuna nya.

“nuguyo?” Tanya namja itu.

“bolehkah aku masuk?” Tanya Baekhyun sambil memaksakan untuk tersenyum walaupun tangisnya belum berhenti.

Namja itu hanya mengangguk dan melebarkan pintu. Baekhyun segera berjalan masuk menghampiri sofa dan membaringkan tubuh Daena disana. Sementara ia sediri duduk dibawah dan menangis dengan menyembunyikan wajahnya.

“Hye in! siapa yang datang?” seorang ahjumma datang dan terkejut melihat dua orang di ruang tamunya. Ia lebih terkejut lagi melihat kondisi Daena.

“omona! Daena!!” ahjumma itu berlari menghampiri Daena dan langsung menggoyang-goyangkan tubuh anak yeojanya.

“Daena-ya! Daena-ya! Ireona! Ireona!!”

Tidak ada jawaban. Daena hanya terdiam dengan wajah pucat. Ahjumma itu tidak kuat menahan tangisnya sehingga ia menangis begitu saja tanpa memedulikan Baekhyun.

“Daena.. ireona.. eomma disini..” ahjumma itu melirihkan suaranya dan mendekatkannya ditelinga Daena, tapi tetap tidak ada jawaban.

“mianhaeyo ahjumma..” ujar Baekhyun yang mengangkat kepalanya.

Ahjumma itu terkejut dan langsung menoleh. “yak! Kau apakan anakku ha?! Kenapa dia tidak bangun?! Kenapa kepalanya berdarah ha?!”

Baekhyun menunduk. “mianhaeyo ahjumma.. ini salah Baekhyun..”

“tentu kau salah! Daena tidak pernah seperti ini sebelumnya! Kau apakan dia!!” ahjumma it uterus membentak Baekhyun karena emosinya meningkat saat ini.

Baekhyun mengangkat kepalanya. “aku menyakiti hatinya, ahjumma.. aku menyakitinya sampai ia pergi selamanya..”

PLAK!

Baekhyun memegangi pipi kirinya yang baru saja ditampar oleh ahjumma itu. Kim Hye In, adik Daena hanya bisa melihat wajah kakaknya yang pucat dengan mata mulai berkaca-kaca.

“pergi dari sini! Ka!!”

Baekhyun menghapus air matanya sejenak, setelah itu bangkit.

“mianhae ahjumma… aku bukan namja yang baik untuk Daena..” setelah itu ia beranjak pergi dengan sesegukkan.

Ahjumma itu diam sejenak. Ia mengingat kembali namja itu yang mengaku sebagai namjachingu Daena.

Flashback

Seorang wanita paruh baya memasukki kamar anak yeojanya. Ia melihat anaknya itu tengah duduk dikursi meja belajar dengan earphone ditelinganya dan sebuah buku dihadapannya. Wanita paruh baya itu berjalan perlahan mendekati anaknya agar anaknya tidak mengetahui kehadirannya. Karena, wanita paruh baya itu penasaran dengan apa yang ditulis anaknya dibuku yang terlihat seperti buku diary.

22 Desember

Aku masih bisa menemukanmu karena aku melihatmu, aku masih bisa mendengarmu karena kau berbicara padaku. Aku melihat dan mendengar semua tentangmu. Hingga mungkin, aku tidak dapat melakukannya lagi saat mata dan telingaku tertutup.

Aku egois karena aku lebih mementingkan diriku sendiri. Aku tidak memedulikanmu yang bersusah payah melampaui semua rintangan yang ada. Aku sangat kejam, karena aku hanya bisa mendengarkan sedikit saja tentang perasaanmu. Hingga aku tidak percaya akan menjadi seperti ini. Cintamu…. Senantiasa mengubahku menjadi lebih memedulikanmu.

Hanya dengan memikirkan cinta, duniaku seketika penuh denganmu. Karena, setiap salju yang turun adalah air matamu. Satu hal yang tidak bisa ku lakukan… meninggalkanmu.. aku hanya bisa berharap, kau tidak akan tersakiti jika aku pergi meninggalkanmu kelak..

Cintamu, seorang manusia kecil dan lemah, rupanya sanggup merubah duniaku. Aku tidak tau bagaimana cara berterima kasih atas cintamu. Meskipun aku mencoba untuk melupakannya, tetap saja……. Sepertinya cintaku bersemi tanpa batas….

Aku hanya berharap satu hal padamu… cintai aku… tanpa melihat fisik… atau ragaku telah hilang…

Saranghaeyo… Byun Baek Hyun

Daena -nama anak dari wanita paruh baya itu-, menempelkan sebuah foto seorang namja yang memakai seragam sekolah dibawah tulisannya. Dan sebelum menutup bukunya, ia memandangi foto tersebut dan menciumnya.

“Baekhyun… gomawo kau mau mencintaiku..” ujarnya sambil tersenyum. Setelah puas memandangi foto tersebut, ia menutup bukunya dan bangkit lalu berbalik.

“omo!” jerit Daena tiba-tiba. Ia mengelus dadanya sembari menghela nafas.

“ah eomma.. eomma mengagetkanku saja..” ujar Daenasembari melepaskan earphonenya.

Ahjumma yang dipanggil eomma itu, terkekeh mendengar ucapan anaknya.

“siapa itu Byun Baekhyun? Apa dia namja chingumu?” Tanya ahjumma itu sambil tersenyum menggoda.

Pipi Daena memerah. “aniyo.. dia orang yang menyukaiku..”

“jinjja? Tapi kenapa kau memiliki fotonya?”

Daena pun langsung memeluk tubuh eommanya. “eomma.. nado chowa. Aku memiliki fotonya karena aku memotretnya diam-diam. Sebelum dia menyukaiku,aku lebih dulu menyukainya..”

Ahjumma itu balik memeluk Daena. “lain kali kenalkan dia pada eomma, nde? eomma ingin tau bagaimana namja yang disukai anak eomma yang paling cantik ini..”

Daena tersenyum. “nde eomma. Daena pasti akan membawanya kehadapan eomma. Dan eomma harus tau, dia itu namja yang baik, jadi eomma jangan membentak atau memarahinya jika dia memiliki salah pada eomma.”

“baiklah. Eomma berjanji.”

Flashback End..

“Hye in-ah, tolong panggil namja itu. Ppali!” perintah ahjumma tersebut kepada Hye in. namja berumur 13 tahun yang sejak tadi hanya berdiri terpaku, langsung menuruti perintah ibunya dan berlari keluar mengejar Baekhyun.

“hyung! Hyungnim!” teriaknya saat ia berlari mengejar namja berumur 18 tahun yang berjalan dengan perlahan.

Baekhyun mendengarnya lalu berhenti. Ia berbalik dan melihat versi namja Daena yang tengah berlari mendekatinya.

“hyung, kembalilah ke rumahku. Ini perintah eomma.” Ujar Hye in saat sudah ada dihadapan Baekhyun.

Baekhyun terdiam sejenak. “waeyo?”

“molla. Tapi sepertinya ada hal penting yang akan dibicarakan eomma.” Ujar Hye in.

“baiklah.”

Mereka pun berjalan bersama menuju rumah bertingkat 2 tersebut.

Saat sudah berada didalam rumah..

Baekhyun melihat ahjumma itu tengah mengelus rambut Daena dengan senyum penuh kesedihan. Ia melihat wajah Daena yang begitu pucat, yang membuat dia ingin sekali kembali menangis. Namun, ia urungkan karena ahjumma itu mendongak padanya dan tersenyum.

“rupanya kau kembali. Ikutlah aku. Ada yang ingin kutunjukkan padamu.” Ahjumma itupun bangkit dan berjalan menuju sebuah ruangan. Baekhyun mengikutinya tanpa kata.

CKREK!

Bau wangi menyeruak kedalam rongga pernafasan Baekhyun. Sudah pasti ini adalah ruangan seorang yeoja. Karena bau wangi ini benar-benar menenangkan dan Baekhyun mengingat bahwa ini bau Daena.

“ini ruangan Daena. Ia suka sekali dengan bau bunga-bungaan. Kau bisa lihat sendiri banyak pot bunga disini. Dan katanya, salah satu daripot bunga itu, ia dapatkan darimu sebagai kado ulang tahunnya.”

Baekhyun terdiam mendengarnya. Ia melihat seluruh sudut ruangan ini dan menemukan sebuah pot berisi tanaman strawberry yang sudah tumbuh buahnya. Ia segera mengalihkan pandangannya karena matanya kembali berkaca-kaca.

Ahjumma itu menyodorkan sebuah buku kecil padanya.

“buku ini milik Daena. Dibuku inilah, dia menceritakan tentangmu.”

Baekhyun memerhatikan sejenak buku tersebut lalu menerimanya.

“mianhae,tadi ahjumma sangat terpukul dengan kepergian Daena. Jadi ahjumma membentakmu. Tapi sebenarnya, sebelumnya ahjumma sudah berjanji padanya untuk tidak membentakmu saat kau bersalah. Padahal Daena sudah berjanji mengenalkanmu padaku walaupun dengan cara seperti ini..” ahjumma itu berhenti berbicara saat air matanya mengalir.

“maaf, kau kutinggal sendiri disini.” Ahjumma itupun segera keluar saat air mata semakin membasahi wajahnya.

Baekhyun terdiam terpaku disana. Matanya bergerak-gerak memandangi buku bersampul coklat digenggamannya. Kim Dae Na, adalah sebuah nama yang menghiasi hampir seluruh sampul buku itu. Dan foto yeoja itu, kembali membawanya kesuatu masa.

Flashback

“ini date pertama kita, ayo berfoto.” Ajak Baekhyun disaat mereka berjalan-jalan mengelilingi taman sungai Han berdua.

“andwae… aku tidak memakai make up sekarang.” Jawab Daena yang menjauhkan ponsel Baekhyun dari wajahnya.

“tidak perlu memakai make up. Kau sudah cantik sekarang.” Jawab Baekhyun yang mungkin sedikit menghibur.

Daena mengerucutkan bibirnya. “tapi tetap saja aku tidak mau.”

“waeyo? Make up itu malah membuatmu jelek, chagi.. Bukankah lebih baik seperti ini? Aku juga tidak memakai make up..” Baekhyun memperlihatkan wajahnya pada Daena sambil pout hingga Daena tertawa terbahak-bahak.

CKRIK!

Daena terkejut. Matanya membulat begitu saja saat Baekhyun membalikkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah gambar padanya.

“tuh kan.. neomu yeppeo..” Baekhyun mengedipkan sebelah matanya saat ia berhasil mengerjai yeojanya.

Daena pun kesal dibuatnya. “oppa! Aish kau ini.”

Baekhyun langsung berlari saat Daena akan memukulnya. “kejar aku kalau bisa.”

“yak! Itu tidak adil!!” Daena pun berlari mengejar kemana Baekhyun pergi.

Flashback End..

Baekhyun mengusap air matanya.

-Kuingat kembali dirimu dalam setiap lembar memoriku…

Ketika aku berada disana, disana bersamamu-

~~

Awal Desember 2013

Seorang namja yang beberapa bulan lalu telah lulus SMA dan sekarang kembali ke Korea untuk berlibur, tengah duduk sendiri disebuah bangku disamping lampu jalan yang tertutupi salju. Dia memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket. Pandangannya lurus kebawah seperti tengah merenungkan sesuatu.

Boiji anheun neol chajeuryeogo aesseuda

 (Mencoba menemukanmu, kau yang tidak dapat kulihat lagi)

deuliji anhneun neol deureulyeo aesseuda

 (Mencoba mendegarmu, kau yang tidak dapat kudengar lagi)

Namja itu masih terdiam mendengarkan music yang diputar oleh sebuah restoran yang berada dibelakangnya.

Boiji anhdeonge boigo deulliji anhdeonge deullyeo

(Dan saat aku melihat semuanya, mendegar semuanya)

neo nareul ddeonan dwiro naegen eobdeon himi saenggyeosso

(Karena setelah kau beranjak pergi, aku mendapatkan satu kekuatan baru)

Namja tersebut mengambil sebuah buku bersampul coklat disampingnya. Ia melihat foto yeoja tersebut, lalu membuka buku itu.

Neol nabakke mollasseodeon igijogin naega yeah…

(Keegoisanku, yang hanya memperdulikan diri sendiri)

ne maeumdo mollajwodeon musimhan naega

(Kejamnya aku, yang tidak menyadari semua perasaanmu)

ireohke deo dallajyeodaneunge najocha midgiji anha

(Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini)

Ne sarangeun ireohke gyesok nal umjikyeo

(Cintamu senantiasa mengubahku)

Cintamu…. Senantiasa mengubahku menjadi lebih memedulikanmu.

Namja itu tersenyum membaca sebuah kalimat dihalaman terakhir itu. Benar-benar sama dengan lirik lagu yang ia dengar kali ini. Matanya berkaca-kaca saat kembali mengingat masa lalunya. Ia segera menutup buku tersebut dan sedikit mendongakkan kepalanya.

“Kim Daena….. saranghae..” matanya pun terpejam dan sebulir air mata keluar dari ujung matanya dan berjalan menyusuri wajahnya.

-Aku fikir, semua akan berhenti hanya dengan aku berhenti memikirannya

Tetapi hari demi hari, aku memperbaiki diri ini agar kau kembali

Sepertinya cintaku kembali bersemi tanpa batas-

~Byun Baek Hyun~

End

Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s