Fire Fairy


fire fairy

Author  : Park DaeNa

Title       : Fire Fairy

Genre   : Romance, fantasy

Length  : One shoot

Rating   : Teen

Casting : Kim Jong In/Kai, Park Chanyeol, Jung Hana

“sudah! Pergi sana! Bukannya kau bilang kau tak mengenalku?! Kenapa masih disini,huh?!” tanpa menunggu Kai pergi, Hana segera berlari menjauhi namja yang baru saja membentaknya.

“keurae! Aku juga tidak ingin ada disini!” Kai pun, masih dengan emosi yang belum stabil, segera beranjak dari tempat itu dengan arah berlawanan.

Hana berhenti berlari begitu ia duduk diatas sebuah batu ditengah padang ilalang. Tangan kanannya menutupi bibirnya yang bergetar, sementara tangan kirinya bertumpu pada batu itu. Matanya yang berair hanya mampu bergerak sedikit untuk melihat tanah tandus yang ia pijak. Tanpa ia sadari dari mana asalnya, seorang namja sudah berada dihadapannya dengan menyodorkan selembar kain.

Hana pun segera membersihkan wajahnya lalu menerima kain tersebut.

“gomawo..”

“aku sudah dua kali melihatmu menangis disini. Apa kau ada masalah?” Tanya namja itu sembari duduk diatas batang kayu tua yang ada dihadapan Hana.

Hana melipat kain tersebut lalu memakainya untuk membersihkan wajahnya yang lembab. “joesonghaeyo. Ini privasiku..”

“baiklah, aku sadar aku siapa. Oh ya, perkenalkan, aku Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu nona… Jung Hana..”

Hana menurunkan tangannya. “namamu bagus. Apa kau tidak bersekolah?”

Chanyeol tersenyum. “ani. Semua orang tidak menyetujuiku sekolah, maka dari itu aku tidak pernah bersekolah sekalipun.”

Hana pun menoleh. “waeyo?”

Chanyeol tersenyum. “itu privasiku, nona..”

Hana menghela nafas sambil tersenyum. “kau sedikit mengesalkan rupanya.”

“sudah lama, sejak 7 tahun itu, aku tidak melihat seorang yeoja menangis disini. Aku selalu bertanya-tanya, kenapa yeoja selalu menangis ditempat sepi seperti ini. Padahal akan lebih baik kalau mereka menangis dipundak eomma mereka. Rupanya, aku tau jawabannya sekarang.”

Hana terus memperhatikan gerak-gerik namja yang baru ia kenal beberapa detik lalu.

“alasannya adalah.. suasana hati mereka akan tenang ditempat yang sangat tenang dengan mendengarkan suara ilalang yang diterpa angin. Bukankah begitu?” Chanyeol mengalihkan pandangan padanya.

Hana terdiam sejenak, hingga akhirnya ia mengangguk. “itu alasan utama.”

Chanyeol tersenyum sambil mengarahkan pandangannya kembali kedepan. “8 tahun lalu, tempat ini berwarna warni indah. Disana sini banyak bunga dan kupu-kupu. Tapi.. semua berubah karnaku.”

“apa yang kau lakukan?” Tanya Hana penasaran.

“yeoja itu telah menjual harga dirinya pada orang lain. Saat itu kemarahanku memuncak, dan secara tak sengaja apa yang aku sembunyikan selama ini keluar begitu saja. hanya dengan kedua tanganku, aku berhasil menghanguskan seisi padang ini. Bunga dan kupu-kupu indah spontan hilang. Bahkan… aku hampir saja ingin membakarnya. Tapi,, eommanya mencegahku dan akhirnya eommanya lah yang menjadi korban. Sejak saat itu, setahun lamanya ia mencoba meminta maaf padaku dan menangis disini. Hanya saja.. saat aku ingin memaafkannya, dia pun pergi.. entah kemana dan tanpa kabar..”

Hana terdiam mendengar cerita namja itu.

“aku kemari karena aku ada masalah dengan kekasihku, Kai. Dia tidak bisa berbicara dengan baik padaku. Setiap hari kami bertengkar, tapi … dia tidak ingin kami berakhir.”

Chanyeol tersenyum. “coba temui dia saat ini. Ku rasa, dia juga merasa sedih sepertimu.”

Hana terdiam.

~

Hana menyandarkan sepeda pancalnya disebuah dinding. Dengan langkah perlahan, ia berjalan mendekati namja yang tengah terbaring dikursi panjang diujung lapangan basket. Namja itu meletakkan lengannya diatas kedua mata.

Hana pun duduk disamping namja tersebut. Dia terdiam dengan memandangi sosok tampan itu. Ia masih menunggu respon dari namja itu sebelum akhirnya ia terkejut dengan luka yang ada disiku Kai.

“luka pisau..” batinnya.

Dengan dada yang sedikit sesak, ia pun merekatkan jemari tangannya dengan jemari tangan Kai, lalu ia mengangkatnya. Ia bisa lihat dengan jelas jika kedua mata Kai dipaksa terpejam dan berair.

“Kai-ya..”

Tidak ada respon, namun muncul setetes air mata dari ujung mata kirinya.

Hana pun mengusap pipi Kai pelan. “mianhae..”

Meski belum ada respon, Hana bisa mendengar dengan jelas isakan Kai.

“sekarang aku hanya memilikimu Kai..jebal.. hajima..” Hana menutup kedua matanya dengan tangan kirinya.

Kai perlahan bangkit lalu memeluk Hana dari belakang. “nado.. jebal hajima..”

“mianhae.. selama ini aku berlaku seperti itu karena aku ingin menepati janjiku pada mendiang eomma kita. Aku akan menjagamu seperti appa, aku akan mengurusmu seperti eomma, aku akan membimbingmu seperti oppa, aku akan menghormatimu seperti dongsaeng dan.. aku akan menyayangimu seperti namjachingu. Saranghae..”

Hana tersenyum. “nado saranghae.. oppa..”

Tanpa mereka sadari, seorang namja jangkung memandangi mereka dari kejauhan sembari tersenyum.

“Jung Hana… yeoja yang kumaksud itu adalah kau dimasa lalu. Sekarang kau bereinkarnasi menjadi yeoja yang sangat cantik dan baik. Bahkan, Kai, kau tetap memilihnya sejak dulu. Hanya saja saat ini kalian tidak mengecewakanku. Kalian saling menjaga satu sama lain. Tapi.. aku tetap akan menjadi peri mu.. saranghae..”

End..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s